Kelompok NI Culik 400 Warga Sipil Suriah

Senin, 18 Januari 2016 | 00:19 WIB
LC
B
Penulis: Leonard AL Cahyoputra | Editor: B1
Seorang pria melintasi spanduk bertuliskan
Seorang pria melintasi spanduk bertuliskan "Pray for Deir Ezzo" di kamp migran yang disebut 'Hutan' di Calain, Senin, 7 Desember 2015. (AFP Photo/Philippe Huguen/Philippe Huguen)

Beirut – Para anggota jihad dari kelompok Islamic State atau Negara Islam (NI) telah menculik lebih dari 400 warga sipil Suriah setelah menguasai wilayah baru dalam serangan besar-besaran di kota Deir Ezzor sehingga menyebabkan puluhan orang tewas.

Serangan mendadak tersebut masih terjadi kendati operasi militer udara Rusia menargetkan kelompok itu sejak September, dan melancarkan serangan yang berlangsung lebih dari satu tahun oleh koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) melawan para anggota jihad di Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang bermarkas di Inggris mengatakan kelompok NI telah menewaskan sedikitnya 135 orang dalam serangan dua arah yang dimulai, Sabtu (16/1).

Menurut pengawas, korban tewas termasuk 85 warga sipil dan 50 pejuang rezim, di mana NI juga menculik lebih dari 400 warga sipil dari wilayah yang dikuasai, Minggu (17/1)

"Mereka semua diculik, seluruhnya umat Sunni, termasuk waniya, anak-anak, dan para anggota keluarga dari pejuang-pejuang pro rezim," kata Ketua Observatorium Rami Abdel Rahman.

Dia mengatakan mereka menguasai daerah-daerah yang dikuasai NI di bagian barat provinsi Deir Ezzor dan hingga perbatasan dengan provinsi Raqa – benteng NI utama di Suria – menuju barat laut.

Pengawas mengatakan sedikitnya 42 pejuang NI tewas dalam serangan, seraya menambahkan bahwa pertempuran berlangsung, Minggu, dengan pasukan rezim yang didukung oleh serangan udara Rusia yang berusaha untuk merebut daerah yang hilang.

Dia menambahkan bahwa pasukan rezim membawa pasukan tambahan dan peralatan militer dari tempat lain di kota menuju medan perang.

Kantor berita negara Suriah, SANA, melaporkan bahwa sedikitnya ada 300 warga sipil di mana kebanyakan dari mereka yang tewas dalam serangan adalah wanita, anak-anak dan orang tua.

Mereka mengecam kematian ini sebagau pembantaian.

Serangan NI menempatkan kelompok ini menguasai sekitar 60% dari kota Deir Ezzor, yang merupakan ibu kota provinsi yang memiliki nama sama, wilayah negara kaya cadangan minyak yang berbatasan dengan Irak. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon