Lurah Kebon Manggis Akan Relokasi Warga di Bantaran Kali
Kamis, 21 Januari 2016 | 17:29 WIB
Jakarta - Permukiman yang menjadi lokasi pengeroyokan dan pembacokan anggota polisi di Jalan Slamet Riyadi IV, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur, terletak di bantaran Kali Ciliwung. Permukiman ini terdiri dari beberapa rumah yang berderet di antara gang sempit.
Lurah Kebon Manggis, Toni A Pawiluyo mengaku telah lama berencana merelokasi warga yang tinggal di bantaran kali. Terlebih warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung tersebut juga tidak miliki sertifikat atau izin mendirikan bangunan (IMB).
"Sebenarnya sudah lama rencana relokasi warga, kan memang tidak boleh mendirikan bangunan di bantaran kali. Tapi rusunnya belum ada, masih dalam tahap pembangunan. Kalau mau relokasi kan harus ada rusunnya dulu," ujar Toni usai penyisiran rumah di Kompleks Berlan, Kamis (21/1).
Seusai kebakaran yang terjadi di permukiman tersebut September lalu, pihaknya mengaku telah melakukan pendataan warga yang tinggal di bantaran kali. Tercatat ada 47 keluarga yang tinggal di sana. "Saya sudah data mana yang pengontrak mana yang pemilik rumah. Ini penting untuk kompensasi penerima rusun nanti," jelasnya.
Sementara itu, rumah petak yang digerebek polisi Senin (18/1) lalu diketahui milik bandar narkoba berinisial Y. Menurutnya, perempuan paruh baya itu dikenal cukup royal oleh warga sekitar.
"Si Y ini katanya suka bantu warga, ngasih makanan, jajanin. Jadi warga tidak ada yang melapor aktivitas dia di sini. Dugaannya memang dia (Y) melakukan itu untuk menutupi kegiatannya (sebagai bandar narkoba)," terangnya.
Menurut Toni, Y adalah warga pendatang yang sebelumnya tinggal di Kompleks Berlan. Namun setelah kebakaran, Y bersama anaknya, AM, yang kini ditetapkan tersangka oleh polisi, akhirnya pindah dan membangun rumah di bantaran kali. "Sebetulnya dari dulu kita sudah sering melakukan sweeping di sini tapi tidak dapat apa-apa," ucapnya.
Toni mengaku telah mengumpulkan Ketua RT di RW 03 Kompleks Berlan untuk kembali melakukan ronda malam. Kegiatan ini sebagai pengawasan transaksi narkoba maupun kejahatan lainnya yang terjadi di kawasan tersebut.
"Kalau ada ronda harapannya bisa mencegah peredaran narkoba di sini. Saya juga minta agar RT selalu mendata setiap warga yang datang dan tinggal di sini," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




