Pelaku Pengeroyokan Polisi di Berlan Berjumlah 12 Orang, 1 Tewas Ditembak

Jumat, 22 Januari 2016 | 15:19 WIB
BM
FB
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: FMB
Sejumlah Brimob Polda Metro jaya bersiaga di Komplek Berlan, Jakarta Timur, Kamis (21/1).
Sejumlah Brimob Polda Metro jaya bersiaga di Komplek Berlan, Jakarta Timur, Kamis (21/1). (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Tim Satuan Tugas (satgas) gabungan Polres Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya, telah mengidentifikasi 12 orang sebagai pelaku pengeroyokan anggota Unit Narkoba Polsek Senen, saat penggerebekan, di salah satu rumah, di Jalan Slamet Riyadi IV RT 12 RW 04, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Eko Daniyanto mengatakan, satgas gabungan Polres Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya, selama tiga hari telah melakukan mapping dan mendapatkan satu orang yang dijadikan sebagai saksi mahkota.

"Dan, kami sudah dapat identifikasi sebanyak 12 pelaku. Dari 12 pelaku, lima diantaranya membawa senjata tajam seperti samurai, celurit kecil, golok, dan belati. Informasinya, ada senjata api juga," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Eko Daniyanto, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/1).

Dikatakan Eko, dari keterangan saksi, polisi mendapatkan informasi keberadaan tersangka Priyooza Wijaya alias Ade Badak (38). Kemudian, anggota melakukan penyidikan sekitar jam 19.00 WIB, kemarin.

"Setelah mendapatkan keterangan dari saksi mahkota, langsung kami intai. Ketemu di Jatinegara, diikuti terus sampai di Cawang. Dekat tenda biru langsung kita lakukan pencegatan. Anggota meminta berhenti, terus dia mau lari. Ada tembakan peringatan tiga kali dari petugas, dia balik mau ambil sajam (senjata tajam), kemudian ditindak tegas, tembakan di dada sebelah kiri tersangka sebanyak tiga kali. Saya sudah perintahkan ke anggota, kalau kita harus utamakan keselamatan jiwa. Kalau ada perlawanan ditindak tegas," katanya.

Ia menyampaikan, berdasarkan keterangan saksi mahkota, pada saat peristiwa pengeroyokan tersangka Ade memegang golok. Saat itu, ia menahan pintu ketika Iptu Prabowo mau masuk ke rumah tersangka Yolanda alias Mami Yola.

"Ketika timpuk-timpukan, Prabowo menghindar. Pada saat itu lah Ade Badak menghujam badan sebelah kanan prabowo. Kemudian diikuti oleh tiga-empat tersangka lain menggunakan samurai, belati, celurit yang kini pelakunya masih kami kejar," katanya.

Akibatnya, Prabowo mengalami luka parah di sekujur tubuhnya. "Kemudian, ditinggal yang bersangkutan, Ade Badak cs langsung masuk ke rumah Mami Yola, mengejar almarhum Taufik, Petrik dan dua informan -lompat ke Ciliwung-. Itu lah kenapa Ade menjadi target utama kami. Karena dia yang pimpin saat itu," tegasnya.

Ia menuturkan, setelah Ade Badak tewas, polisi masih mengejar 11 orang pelaku, termasuk tersangka M yang merampas senjata api Iptu Prabowo.

"Ada 11 orang, empat pelaku yang bawa sajam dan satu airsoft gun. Satu senpi milik Prabowo, masih dipegang inisial M, ini masih kami kejar," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon