KM Sabuk Nusantara Kembali Arungi Laut NTT-Maluku

Sabtu, 23 Januari 2016 | 04:12 WIB
YK
B
Penulis: Yoseph A Kelen | Editor: B1
KM Sabu Nusantara 49 saat menaikkan penumpang di Dermaga Tenau Kupang, 21 Jan. 2016.
KM Sabu Nusantara 49 saat menaikkan penumpang di Dermaga Tenau Kupang, 21 Jan. 2016. (Yoseph Kelen/ Suara Pembaruan)

Kupang - Kapal Motor (KM) perintis Sabuk Nusantara 49 yang melayani pelayaran di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan pulau- pulau kecil di Maluku Utara, kembali berlayar secara normal, setelah sebelumnya mendapat musibah kebakaran di dek empat ketika bertolak dari pelabuhan Tenau Kupang, Rabu (21/1) lalu.

"Kebakaran tersebut terjadi pada kasur di dek empat karena puntung rokok. Penumpang merokok di tempat tidur dan terkena kasur yang terbuat dari spon," kata Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kupang Sanggam Mariot, SE, MM, kepada SP di ruang kerjanya, Jumat, (22/1).

Kejadian itu tidak mengganggu pelayaran karena api tidak mencapai ke bagian vital seperti ruang mesin.

"Setelah kami melakukan pemeriksaan dan melakukan ujicoba berlayar di sekitar pelabuhan Tenau, KM Sabuk Nusantara 49 dinyatakan laik berlayar," jelas Sanggam.

Saat ini terdapat tiga buah Kapal perintis yang dioperasikan oleh PT Pelni cabang Kupang, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

"Tiga kapal tersebut sempat terlambat melakukan aktivitas, karena masih harus menunggu petunjuk dan pelimpahan oleh Dirjen Perhubungan Laut Derpartemen Perhubungan RI, kepada Kementerian BUMN, dan menunjuk PT Pelni sebagai operator di daerah," kata dia.

Sanggam juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Basarnas, TNI AL, dan Kepolisian yang telah membantu mengatasi kebakaran kapal di pelabuhan Tenau Kupang.

"Saat ini KM Sabuk Nusantara 49 sudah berlayar dengan mengangkut 80 penumpang. Atas keterlambatan itu kami juga memberikan pelayanan seperti makan kepada para penumpang di terminal keberangkatan," ujarnya.

"Kami juga perlu menjelaskan kepada publik bahwa apa yang diberitakan oleh media bahwa kapal mengalami kerusakan parah dengan kerugian yang besar dan mengangkut ratusan penumpang itu tidak benar. Yang benar adalah kerusakan kapal tidak ada. KM Sabuk Nusantara hanya membawa 80 orang penumpang. Saat ini kapal sudah berlayar secara normal," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Sabu Nusantara 49 seharusnya diberangkatkan pada 2 Januari 2016 lalu. Namun karena masalah izin dan pelimpahan pengelolaan kapal kepada PT Pelni Cabang Kupang sebagai operator membuatnya tertunda.

Tiga buah kapal perintis yang dikelolah oleh operator PT Pelni cabang Kupang adalah KM Sabuk Nusantara dengan bobot 2.080 GT, KM Namberala 500 GT dan KM Nanga Lala 500 GT.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon