Polisi Selidiki Karyawan Telkom Tewas Jatuh dari Metromini

Senin, 15 Februari 2016 | 10:25 WIB
BM
JS
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: JAS
Ilustrasi
Ilustrasi (Jakarta Globe/Lidya Caroline)

Jakarta - Penyebab tewasnya karyawan PT Telkom Indonesia, Bagus Budiwibowo, lantaran jatuh dari Metromini 604 jurusan Tanah Abang-Pasar Minggu, masih menjadi misteri. Polisi tengah melakukan pendalaman untuk mengungkap kasus itu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, saat menjalani pemeriksaan keterangan sopir metromini atas nama Muhammad Sasih dan kernet M. Hendar kerap berubah-ubah.

Awalnya, kedua awak Metromini itu menyampaikan ada perampokan di dalam bus, dan korban jatuh didorong pelaku, di seberang Plaza Mandiri, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Namun, ternyata mereka mengarang cerita itu.

"Sopir dan kernet berubah-ubah keterangannya. Kami masih dalami, nanti hasil penyelidikan akan kami sampaikan ke publik apa betul kejahatan jalanan di atas angkutan umum atau kecelakaan dia jatuh," ujar Krishna, semalam.

Ia menyampaikan, penyidik memerlukan waktu untuk mengungkap kasus ini.

"Mereka mengarang cerita itu kepada rekan korban, termasuk Polantas juga, katanya didorong oleh pelaku (perampokan). Namun, keterangan di Polda beda karena jatuh. Apakah ada tindak pidana atau belum, kami minta waktu ke publik buat menyelidiki ini biar terang dan tidak simpang siur," jelasnya.

Fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, tas, laptop dan dompet korban masih ada diamankan anggota Lalu Lintas. Namun, telepon genggam korban hilang. "Yang menjadi concern kami bahwa fakta tas, dompet dan laptop masih ada. Kecuali handphone yang hilang, ini nanti kami akan cari," tandasnya.

Sementara itu, sopir Muhammad Sasih menyampaikan korban terjatuh di trotoar, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis (11/2).

"Saat itu posisinya Metromini sedang berjalan pelan, lalu saya lihat tiba-tiba Pak Bagus sudah jatuh di trotoar. Tidak ada kejadian perampokan," katanya.

Sejurus kemudian, sopir dan kernet membawa korban ke Rumah Sakit Budi Mulya. Lalu, dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dengan pengawalan Unit Laka Lantas Polres Jakarta Pusat.

Sasih menambahkan, alasannya mengarang cerita perampokan karena takut dihakimi massa pada saat kejadian.

"Saya mengarang. Keluar cerita perampokan karena ketakutan. Takut pak, takut dimassa," ungkapnya.

Senada, sang kernet juga menuturkan, korban Bagus jatuh bukan didorong pelaku perampokan.

"Kami berdua mengarang. Saya takut pak. Kecepatan tidak tahu berapa, jatuh di pintu belakang, saya di depan. Yang lain (penumpang) pada turun, tapi tidak ada yang menolong. Dia (korban) enggak ngomong ingin turun," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon