Penertiban Kalijodo Beda dengan Kampung Pulo
Rabu, 17 Februari 2016 | 15:36 WIB
Jakarta - Kalijodo dan Kampung Pulo sama-sama merupakan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RPH) yang berada di bantaran sungai di Jakarta. Namun terkait dengan penertiban, dua kawasan itu memiliki permasalahan yang berbeda.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, selain permasalahan pemukiman, Kalijodo juga memiliki problem terkait aksi premanisme serta kegiatan ilegal lainnya.
"Ini beda sama Kampung Pulo. Di Kampung Pulo itu permukiman liar, tidak ada premanisme, tidak ada prostitusi, tidak ada miras ilegal. Kalau ini (Kalijodo) tidak. Ini ada persoalan-persoalan premanisme, kelompok-kelompok kejahatan, miras, dan lainnya," ujar Tito, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (17/2).
Bahkan, tambah Tito, kemungkinan juga ada tindak pidana perdagangan orang di Kalijodo. Sebab, ada praktik prostitusi yang melibatkan pekerja-pekerja dari luar daerah.
"Mungkin saja ada (perdagangan orang). Kalau ada ya kita tindak juga," ungkapnya.
Menyoal adanya dugaan backing oknum aparat di Kalijodo, Tito menegaskan, Polri akan bekerjasama dengan TNI untuk menghabisi mereka.
"Kami akan gabung minta dukungan dari Pangdam. Pangdam sudah sangat komitmen untuk membantu. Jadi kalau ada oknum-oknum Polri atau TNI yang mungkin ada di belakang mereka, saya kira, saya dan pak Pangdam akan habisin juga. Kita selesaikan juga," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




