DKI Cari Rumusan Penggabungan Metromini ke Transjakarta

Kamis, 18 Februari 2016 | 21:12 WIB
DP
B
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: B1
Ilustrasi
Ilustrasi (BeritaSatu Photo/Emral Firdiansyah)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, masih mencari rumusan yang tepat untuk menggabungkan Metromini ke Transjakarta.

"Mereka nanti konsepnya seperti taksi. Kami lagi cari formulanya apa, perorangan kan tidak boleh plat kuning. Jadi mobil itu Transjakarta yang bayar karena ada kerja sama, tapi setelah sekian tahun harus diberikan ke pemilik," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta, Kamis (18/2).

Namun untuk memberikan kepada pemilik juga tidak punya wadah, mengingat manajemen Metromini yang tidak jelas. Apakah wadahnya itu berupa koperasi dan sebagainya, pihaknya masih mencari format itu. Baru setelah formula itu didapatkan, maka pihaknya pun langsung akan menerapkannya.

"Tapi sekarang Metromini, kami tunggu putusan pengadilan lama, yang pegang manajemen Metromini siapa? Nah dalam UU juga tidak boleh perorangan punya angkutan kan, dia mesti gabung di koperasi," katanya.

Hanya saja, untuk kasus Metromini, bergabung dengan koperasi pun, pihaknya harus mencari formulanya tadi seperti apa yang tepat. Sebab apabila membuat PT lagi tidak mungkin karena akan bermasalah atau kemungkinan bisa membuat unit di bawah Transjakarta.

"Ini masih kami cari, tapi Metromini perorangan gabung Transjakarta tidak masalah. Jadi spek mobil bus medium seperti feeder Kopaja itu tidak bisa lagi. Mau dipakai minimal 9 meter. Bus tengah tanggung. Disarankan dengan bus besar 12 meter," kata Basuki.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon