IPB Tawarkan Pekerjaan Gaji Rp 1,5 Juta, Tukang Ojek Tolak
Selasa, 15 Maret 2016 | 04:39 WIB
Bogor - Merasa dirugikan, ratusan tukang ojek menolak program Green Transportation atau program transportasi ramah lingkungan yang diberlakukan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kampus Dramaga, Senin (14/3). Selain berunjuk rasa, pengojek juga menolak tawaran IPB untuk memperkerjakan mereka.
Kepala Biro Hukum, Promosi dan Humas IPB, Yatri Indah Kusumastuti menuturkan, pihaknya sudah menawarkan solusi dengan pekerjaan kontrak bagi para ojek. Namun mayoritas pengojek tetap menolak.
"Musyawarah sudah dilakukan sejak lama dan beberapa kali, terakhir kemarin malam. Beberapa pekerjaan yang ditawarkan diantaranya sopir mobil listrik, penjaga parkir motor, dan montir sepeda. IPB menyediakan gaji sebesar Rp 1,5 juta per bulannya," ujar Yatri
Berdasarkan pendataan IPB, terdapat 217 ojek yang biasa beroperasi di lingkungan kampus. Mereka akan direkrut sebagai pekerja PT Bogor Live Science Technology (BLST), unit bisnis IPB.
"Awalnya kontrak satu tahun, setelah itu bisa menjadi pegawai tetap. Perekrutannya dilakukan PT BLST karena IPB sudah tidak bisa merekrut, jumlah pegawai non PNS kami sudah terlalu banyak," kata dia.
Data terakhir, dari 217 pengojek hanya 39 orang yang mau bergabung dengan PT BLST. Jadwal perekrutan sudah berakhir pukul 16.00 WIB sore tadi.
Sekadar diketahui, IPB menyediakan kendaraan pendukung program Green Transportation, di antaranya 35 unit mobil listrik, 843 sepeda, dan 10 bus kampus yang sebagian sewaan dari PT Damri. Sejatinya program transportasi ramah lingkungan tersebut untuk memberlakukan kampus dengan orientasi hijau serta pengurangan polusi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




