Polri: Perampokan 2 Toko Emas Kebumen Bukan Terorisme

Rabu, 7 Maret 2012 | 20:23 WIB
FS
B
Penulis: Farouk Arnaz/ Didit Sidarta | Editor: B1
Ilustrasi polisi menjaga toko emas
Ilustrasi polisi menjaga toko emas (Antara)
Meski belum tertangkap, kami duga ini kasus kriminal murni, bukan terorisme.”

Penyelidikan kasus perampokan toko emas Ciputat belum juga usai, kasus serupa terjadi lagi.

Dua buah toko emas di Kebumen, Jawa Tengah, digasak kawanan perampok bersenjata api.

Polisi menduga kasus ini kriminal murni, bukan terorisme.

“Perampokan di Telogopragoto, Kebumen, Rabu (7/3) pagi tadi sekitar  pukul 09.00. Kerugian pada toko emas Idaman 3,65 kg emas dan toko mas Pangestu 1,5 kg emas dan uang kontan Rp15 juta,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, hari ini.

Pelaku, menurut Saud, sebanyak enam orang yang menggunakan sepeda motor.

”Kasusnya ditangani Polres Kebumen dan Polda Jateng. Meski belum tertangkap, kami duga ini kasus kriminal murni, bukan terorisme,” lanjut Saud.

Di masa lalu, pelaku teroris memang pernah merampok toko emas untuk membiayai aksi teroris mereka. Itu yang dilakukan kelompok Imam Samudra yang merampok toko emas Lolita, Serang.

Hasil rampokan—yang mereka sebut  fa'i-- kemudian digunakan untuk membiayai bom bali 2002.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon