Boko Haram Culik 16 Perempuan
Jumat, 25 Maret 2016 | 04:27 WIB
Kano – Kelompok pria bersenjata Boko Haram telah menculik 16 perempuan di sebuah daerah terpencil, di timur laut negara bagian Adamawa, Nigeria, demikian disampaikan polisi, seorang anggota parlemen dan penduduk setempat kepada AFP, Kamis (24/3) waktu setempat.
"Kami telah menerima laporan soal penculikan 14 wanita dan dua gadis oleh kelompok pria bersenjata yang diyakini sebagai gerilyawan Boko Haram, di dekat desa Sabon Garin Madagali," ujar Juru Bicara Kepolisian Negara Bagian Adamawa, Othman Abubakar.
Dia menambahkan, kepolisian telah mengirim tim pencari ke daerah itu dan telah memberitahu pihak militer yang juga mengerahkan personel untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di semak-semak untuk membebaskan para sandera.
Perwakilan majelis rendah parlemen, Dewan Perwakilan Rakyat Nigeria Adamu Kamale menegaskan penculikan terjadi, pada Rabu (23/3) waktu setempat.
Menurut penduduk setempat, para sandera ditangkap di semak-semak saat tengah mengambil kayu bakar dan memancing ikan di sungai, di bawah pengawalan dua warga sipil yang dibantu oleh militer melawan gerilyawan kelompok Islam.
"Ketika warga sipil mengawal para wanita itu, mereka melihat para pejuang Boko Haram bersenjata yang berat bergerak maju sehingga terpaksa melarikan diri dan meninggalkan para wanita itu," kata warga desa Magadali, Garba Barnabas.
Dia menambahkan, dua wanita lain melarikan diri dengan lompat ke sungai dan pura-pura tenggelam, lalu kembali ke desa untuk memberi peringatan
Distrik Madagali, yang terletak di perbatasan dengan negara bagian Borno, sudah berulangkali diserang Boko Haram selama pemberontakan berlangsung hampir tujuh tahun dan menyebabkan lebih dari 17 ribu orang tewas.
Sedangkan kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) mengatakan para pejuang Boko Haram sudah menculik ribuan wanita dan anak perempuan, termasuk lebih dari 200 siswi yang diculik dari kota Chibok, Borno, hampir dua tahun lalu.
Untuk sementara para pemberontak berhasil menguasai distrik Madagali dan bagian-bagian daerah Adamawa serta sebagian besar wilayah di negara bagian Borno dan Yobe, pada 2014, dengan tujuan berusaha mendirikan negara Islam garis keras.
Sejak aksi kekerasan dimulai, sudah lebih dari 2,6 juta orang yang mengungsi. Namun ketika tentara mulai melawan dan merebut kembali wilayah tersebut pada tahun lalu, sejumlah pengungsi tampak telah kembali ke rumah.
Meski begitu, serangan membabi buta masih terus terjadi, begitu juga halnya dengan pengeboman bunuh diri.
"Karena orang-orang telah kembali ke rumah, kami mendapat serangan oleh Boko Haram meskipun mengklaim bahwa kondisi keamanan sudah pulih," tutur Kamale.
Dia menambahkan, penculikan ini menunjukkan bahwa keamanan perlu dikerahkan untuk melindungi rakyat dari serangan-serangan dan penculikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




