Sopir Angkot Bekasi Enggan Turunkan Ongkos
Jumat, 1 April 2016 | 10:15 WIB
Bekasi - Meski harga bahan bakar minyak (BBM) telah turun namun sopir angkutan perkotaan (angkot) di Kota Bekasi, Jawa Barat, enggan menurunkan tarif per 1 April 2016. Alasannya, penurunan harga jenis premium dan solar hanya sebesar Rp 500, sedangkan kondisi penurunan harga BBM ini belum menutupi biaya pembelian suku cadang yang masih melambung tinggi.
Beberapa sopir angkot mengatakan, pihaknya tidak akan menuruti keinginan pemerintah pusat yang meminta tarif angkot ikut diturunkan seiring dengan penurunan harga BBM.
"Penurunan BBM cuma Rp 500, tapi enggak diikuti penurunan harga sembako atau spare part (suku cadang) mobil," ujar Agus, sopir angkot K.06 jurusan Kranggan-Kampung Rambutan, Jumat (1/4).
Hal senada juga dikatakan, sopir K.19 A, jurusan Pondok Timur Indah-Terminal Kota Bekasi, Iwan, yang enggan menurunkan tarif. Dia mengatakan, pemilik angkot mengharuskan dirinya menyetor sebesar Rp 100.000 per hari dianggap sudah cukup berat. Belum lagi untuk biaya makan dan uang yang akan dibawa pulang. "Kami berharap tarif setoran juga harus turun," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Yayan Yuliani, mengatakan akan mengkaji penurunan tarif angkot bersama dengan Organda Kota Bekasi. "Kami melihat kondisinya terlebih dahulu, baru kami rapatkan apakah ada penurunan tarif atau tidak," kata Yayan.
Dia mengatakan, pemerintah pusat yang meminta ada penurunan tarif sebesar tiga persen tapi hal tersebut belum tentu bisa jadi acuan. Dengan pertimbangan, rata-rata tarif angkot sebesar Rp 5.000 apabila diturunkan sebesar tiga persen atau penurunan sebesar Rp 150. Pecahan uang ini dianggap sangat menyulitkan para sopir untuk mengembalikan kepada penumpang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




