Teknologi Harus Selaras dengan Strategi Bisnis
Rabu, 6 April 2016 | 21:13 WIB
Jakarta - Bank Danamon telah memiliki misi untuk menjadi institusi keuangan terkemuka di Indonesia. Mereka berencana mencapai misi ini dengan menjadi organisasi customer–centric, dengan memberikan pelanggan akan produk yang tepat saat mereka membutuhkannya. Dalam hal ini, teknologi tentunya memainkan peranan penting.
"Teknologi harus selaras dengan strategi bisnis kita untuk memastikan bahwa kita mencapai tujuan bisnis," ujar Manajer Customer Care untuk Integrated Risk dan Compliance Danamon, Suryadi Leung, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (6/4).
"Departemen saya menyediakan dukungan teknologi untuk tiga departemen, risk, compliance, dan internal audit. Mengingat besarnya jumlah data pelanggan yang kami analisa untuk memenuhi pemasaran pelanggan yang mumpuni, keamanan data adalah bagian penting dari operasi kami. Ini adalah alasan utama kami untuk modernisasi menggunakan SAS Analytics Pro server," tambah dia.
Suryadi mengatakan, seiring pertumbuhan bisnis, Danamon akan mengharapkan departemennya menjadi lebih cekatan dan lebih cepat dalam membuat laporan. "Saya terkesan dengan kemampuan teknologi ini dalam mempercepat waktu pelaporan. Berdasarkan pengalaman saya terkait kecepatan, saya telah merekomendasikan SAS kepada departemen yang lain," lanjutnya.
Sebagai contoh, kata dia, departemen risk menggunakan SAS untuk membuat laporan bulanan yang harus diberikan kepada manajemen dan pembuat kebijakan-laporan ini harus diberikan tepat waktu. Bank bisa dengan lebih baik dalam menyatukan data untuk portofolio pelaporan dan membuat pelaporan yang lebih komprehensif dengan mengatur data agar sesuai dengan format data. Danamon bisa mengotomatisasi pelaporan sesuai tenggat waktu pembuat kebijakan dan memastikan hasil yang akurat.
"Sebagai hasil modernisasi dari versi desktop SAS Analytics Pro ke versi server, Danamon dengan mudah mengkonsolidasi para pengguna dalam manajemen operasional sehingga keamanan data meningkat. Yang paling penting, SAS memenuhi permintaan spesifikasi software dari pembuat kebijakan kami," kata Suryadi.
Menurutnya, ada lebih dari 70 pengguna SAS dari berbagai lini bisnis (LOB), termasuk consumer, kartu kredit, perbankan mikro, audit, risk dan KPR. Sebelumnya, setiap LOB memiliki database masing-masing, dan database itu dianalisa tanpa koordinator tunggal.
Karena Danamon membidik peningkatan keamanan data dan keunggulan operasional, lanjut Suryadi, manajemen memilih SAS Analytics Pro server, SAS Integration Technologies, SAS/ACCESS dan SAS Enterprise Guide untuk menghemat waktu dan mengurangi biaya.
"Versi server 30-40 persen lebih cepat dibandingkan versi desktop. Dan untuk departemen teknologi informasi, solusi ini memiliki fleksibilitas dan kemudahan yang dibutuhkan agar mampu mengeksploitasi dan mengintegrasikan intelijensi SAS dengan arsitektur yang ada," kata dia.
Danamon memilih SAS, kata dia, dikarenakan memiliki analisa statistik yang sudah canggih yang dibutuhkan untuk data pelanggan.
"SAS mampu menemukan data anomali/ ganjil dengan lebih baik dan lebih akurat. Apalagi, SAS memiliki permodelan statistik yang canggih. Itulah alasan pengguna kami lebih menyukai SAS. Alasan penting lain dalam memilih SAS adalah manfaat kompetitif yang kami dapatkan dengan kemampuan akses membaca, mencatat, dan memperbarui berbagai sumber data," jelas Suryadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




