Tepis Anjuran Trump, PM Jepang Pertahankan Aliansi Militer AS
Rabu, 6 April 2016 | 23:51 WIB
Tokyo – Pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Jepang masih dipandang penting untuk keamanan Negeri Matahari Terbit. Pernyataan itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dalam wawancara, Rabu (6/4), saat dimintai tanggapannya soal komentar kandidat presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, bahwa Tokyo harus dibiarkan mempertahankan negaranya sendiri.
Di sisi lain, aliansi Jepang dengan Washington sudah menjadi landasan pertahanan sejak akhir Perang Dunia II, dan negara itu masih menjadi tempat permanen bagi 47 ribu tentara AS.
"Saya tidak dapat membayangkan situasi apapun di masa mendatang ketika kehadiran AS tidak akan diperlukan," ujar Abe kepada Wall Street Journal (WSJ) di Tokyo, Selasa (5/4)
Abe sendiri sudah berjanji untuk meningkatkan militer Jepang namun dia menepis pertanyaan apakah Jepang akan memainkan peranan lebih besar dalam pertahanannya sendiri. Dia menyatakan Tokyo akan memperkuat hubungan dengan Washington.
"Dengan memperkuat aliansi Jepang-AS, kami akan memperkuat pencegahan serta akan berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di wilayah, bukan hanya di Jepang," kata Abe dalam wawancara dengan WSJ.
Abe juga mengungkapkan ingin mendorong kekuatan melalui kesepakatan perdagangan besar trans-Pacific yang dikecam oleh dua kandidat presiden Partai Demokrat, Bernie Sanders dan Hillary Clinton.
"Ini adalah kelahiran zona ekonomi yang memiliki 40% produk domestik bruto (PDB) dunia, salah satu yang dilindungi oleh aturan-aturan bebas dan adil," ujar Abe kepada WSJ, merujuk pada Kemitraan Trans-Pasifik atau Trans-Pacific Partnership (TPP), yakni kesepakatan besar multi negara dimana Jepang dan AS sebagai para pemain kunci.
Dia menambahkan melalui kemitraan itu, AS, Jepang, dan negara-negara lain yang berpartisipasi di TPP akan memperoleh keuntungan besar serta mendapatkan peluang pertumbuhan.
Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa aliansi AS dengan negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan terlalu banyak menghabiskan biaya dan bahwa negara-negara itu harus bertanggung jawab untuk pertahanan mereka sendiri, kecuali mereka mau menanggung biaya lebih besar yang dibebankan.
Trump juga telah menganjurkan supaya negara-negara itu dapat mengembangkan senjata nuklirnya sendiri. Namun, saran itu bertentangan dengan sikap kontroversial Jepang, sebagai satu-satunya negara di dunia yang pernah mengalami diserang dengan bom atom.
Saat ditanya pada konferensi pers pekan lalu, soal pernyataan Trump, Abe menyampaikan bahwa aliansinya dengan AS tetap kuat dan tidak akan berubah setelah pemilihan presiden AS, pada November. Komentar tersebut kembali ditegaskan dalam wawancara dengan WSJ.
"Tak peduli siapa yang akan menjadi presiden berikutnya, aliansi Jepang-AS adalah landasan diplomasi Jepang," katanya.
Jepang, yang secara konstitusional dilarang melancarkan perang ofensif, tahun lalu mengesahkan undang-undang baru yang dapat mengirimkan tentarantya bertemput di luar negeri untuk pertamakalinya sejak akhir Perang Dunia II, namun ada hal-hal tertentu yang disyaratkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




