Ratusan Sopir Angkot Kota Bogor Jadi Tukang Ojek Dadakan

Jumat, 29 April 2016 | 17:00 WIB
VS
YD
Penulis: Vento Saudale | Editor: YUD
Dua orang sopir angkot Kota Bogor, Andri dan Herman yang menjadi tukang ojek dadakan di Jalan Ir H Djuanda pascamogok beroperasi Jumat, (29/4).
Dua orang sopir angkot Kota Bogor, Andri dan Herman yang menjadi tukang ojek dadakan di Jalan Ir H Djuanda pascamogok beroperasi Jumat, (29/4).

Bogor - Aksi mogok masal oleh beberapa trayek angkutan kota (angkot) di Kota Bogor membuat ratusan sopir angkot beralih profesi sebagai tukang ojek dadakan. Hal tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang sopir angkot 03 jurusan Baranansiang-Bubulak, Andri (30) mengaku dirinya terpaksa menjadi ojek dadakan karena armada angkot yang biasanya digunkan untuk mencari nafkan tidak dapat beroperasi.

"Ya mau gimana lagi mas, kalau saya enggak ngojek anak istri saya makan apa? Kalau saya tetap maksa narik angkot takut nanti angkot saya dirusak sama yang lain," katanya ditemui Jalan Kapten Muslihat, Jumat (29/4).

Tidak hanya Andri, hal yang sama juga dilakukan oleh Herman (28) yang merupakan sopir angkot 02 jurusan Sukasari-Bubulak yang juga menjadi ojek dadakan selama aksi mogok ini berlangsung.

"Kalau saya solidaritas ke temen aja sesama sopir angkot. Mereka enggak narik saya juga ga narik tapi buat biaya hidup gantinya saya jadi ngojek dulu," kata Herman.

Herman berharap agar Pemerintah Kota Bogor segera merealisasikan tuntutan mereka dengan mengembalikan sistem satu arah (SSA) dan membongkar pagar di seputaran Stasiun Bogor.

"Engga tahu pastinya samapai kapan. Tapi saya dengar dari temen-temen mogoknya sampai Senin. Ya saya sih nginkutin yang lain aja mau sampai kapan juga bisa sampai pemerintah terima tuntutan temen-temen," jelasnya.

Aksi mogok ini sendiri merupakan bentuk kekecewaan para sopir angkot yang menuntut agar dikembalikannya sistem satu arah di seputaran Kebun Raya dan Istana Kepresidenan Bogor.

Hal tersebut dikerenakan, semenjak diberlakukannya sistem satu arah, pendapatan mereka menurun tajam akibat banyak trayek angkot bersinggungan dengan trayek lainnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon