Menhan: Pembelian Sukhoi SU-35 Masih di Tahap Tawar-menawar

Selasa, 10 Mei 2016 | 19:21 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Pesawat tempur jenis T-50 Golden Eagle dan Sukhoi milik TNI AU terbang melintas di atas kawasan Lanud Halim Perdanakusuma dalam memeriahkan HUT ke-70 TNI AU di Jakarta, 9 April 2016. FOTO: Beritasatu.com/Danung Arifin
Pesawat tempur jenis T-50 Golden Eagle dan Sukhoi milik TNI AU terbang melintas di atas kawasan Lanud Halim Perdanakusuma dalam memeriahkan HUT ke-70 TNI AU di Jakarta, 9 April 2016. FOTO: Beritasatu.com/Danung Arifin

Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan proses pembelian pesawat tempur baru Sukhoi Su-35 Flanker E masih tahap tawar-menawar.

"Saat ini baru proses tawar-menawar. Segera mungkin (diputuskan) ya," kata Ryamizard sebelum mengikuti sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Selasa (10/5).

Dia mengatakan keputusan untuk memilih pesawat tempur buatan Rusia ini sudah mencapai 90 persen. "Kalau 100 persen belum lah, tapi sudah 90 persen," ungkapnya.

Pembelian pesawat tempur buatan Rusia, Sukhoi Su-35 Flanker E, sebagai 'calon kuat' pengganti F-5E/F Tiger II dari Skuadron Udara 14 TNI AU yang selama ini berpangkalan di Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur.

Selain Sukhoi Su-35 Flanker E, terdapat beberapa nama yang mengajukan diri sebagai alternatif, yaitu JAS39 Gripen A/B atau malah JAS39 Gripen NG dari Saab, Swedia, dan F-16 Blok 60 Viper dari Lockheed Martin, Amerika Serikat.

Di ASEAN, Angkatan Udara Kerajaan Thailand mengoperasikan JAS39 Gripen A/B, sementara Singapura mengandalkan kekuatan udara pada trio F-15 SG Strike Eagle, F-16 Block 50+ dan 52+ Fighting Falcon, dan F-18 Hornet.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon