Ini Identitas 4 Sandera yang Dibebaskan

Rabu, 11 Mei 2016 | 20:14 WIB
NW
YD
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: YUD
Warga negara Indonesia (WNI) berprofesi sebagai anak buah kapal (ABK) yang telah dibebaskan kelompok teroris Abu Sayyaf tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu 1 Mei 2016  malam. Kedatangan 10 ABK WNI tersebut disambut Menlu Retno Marsudi dan Mensesneg Pratikno. SP/Joanito De Saojoao.
Warga negara Indonesia (WNI) berprofesi sebagai anak buah kapal (ABK) yang telah dibebaskan kelompok teroris Abu Sayyaf tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu 1 Mei 2016 malam. Kedatangan 10 ABK WNI tersebut disambut Menlu Retno Marsudi dan Mensesneg Pratikno. SP/Joanito De Saojoao. (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Keempat sandera yang berhasil dibebaskan dari kelompok bersenjata Filipina akan dipulangkan secepatnya ke Indonesia. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, menyebutkan identitas para sandera tersebut, termasuk satu anak buah kapal (ABK) yang sempat tertembak dalam peristiwa penculikan keempat sandera.

Keempat sandera itu adalah pertama, Moch Ariyanto Misnan yang menjabat sebagai Master (Nahkoda), bertempat tinggal di Bekasi Timur, Jawa Barat. Kedua, Loren Marinus Petrus Rumawi yang menjabat sebagai Chief Officer, bertempat tinggal di Sorong, Papua Barat. Ketiga, Dede Irfan Hilmi yang menjabat sebagai Second Officer, bertempat tinggal di Ciamis, Jawa Barat. Keempat, Samsir yang menjabat sebagai A/B (Juru Mudi), yang bertempat tinggal di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

"Sedangkan untuk ABK yang ditembak bernama Lambas Simanungkalit dengan jabatan sebagai Oiler, bertempat tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan," kata Iqbal lewat pesan singkat hari Rabu (11/5) malam.

Keempat sandera yang bebas ini adalah bagian dari 10 awak kapal tunda TB Henry dan kapal tongkang Cristi yang diculik di perairan perbatasan Filipina dan Malaysia pada 15 April 2016. Dalam peristiwa itu, hanya empat anak buah kapal (ABK) yang diculik dan disandera, sedangkan lima ABK selamat dari pembajakan dan satu ABK tertembak. Kelima ABK yang selamat telah dipulangkan ke tanah air pada akhir April lalu. Sedangkan, ABK yang selamat menjalani perawatan di Malaysia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon