Warga Pasar Ikan Penghuni Tenda Darurat, Akan Direlokasi ke Rusun Muara Baru

Kamis, 12 Mei 2016 | 20:04 WIB
LT
FH
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FER
Salah seorang warga eks Kampung Akuarium sedang membuka dan menyiapkan lapak jualan ikan hias di lantai dasar Rusunawa Marunda Cluster A, Blok A8, RW10, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat, 15 April 2016.
Salah seorang warga eks Kampung Akuarium sedang membuka dan menyiapkan lapak jualan ikan hias di lantai dasar Rusunawa Marunda Cluster A, Blok A8, RW10, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat, 15 April 2016. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta Barus)

Jakarta - Untuk menangani warga relokasi Kampung Akuarium atau Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara yang kembali lagi ke kawasan Pasar Ikan dan tinggal di tenda-tenda, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengelar rapat koordinasi (rakor) penanganan dan penataan kawasan Pasar Ikan di Balai Kota, hari ini.

Seusai memimpin rakor tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan, pihaknya menggelar rakor untuk menangani persoalan warga relokasi Pasar Ikan yang tinggal di tenda-tenda.

"Kami mau fokus relokasi mereka kembali. Kan mereka tidak mau pindah ke rusunawa Rawa Bebek. Katanya kejauhan. Jadi nantinya kita akan relokasi ke Rusunawa Muara Baru," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (12/5).

Namun, warga relokasi yang berhak pindah ke Rusunawa Muara Baru adalah warga yang berprofesi sebagai nelayan. Berdasarkan data yang diterimanya, sejauh ini ada sebanyak 22 kepala keluarga relokasi Pasar Ikan yang berprofesi sebagai nelayan.

"Jadi kami sediakan rusun di Muara Baru. Sebagian yang kami fokuskan yang berprofesi sebagai nelayan. informasi Pak Wali ada 22 KK yang jadi nelayan," ujarnya.

Mantan Wali Kota Blitar ini mengaku telah menjalin dialog dengan warga relokasi yang kembali lagi ke Pasar Ikan Rabu (11/5) malam. Dari dialog tersebut, warga sudah setuju dipindahkan ke Muara Baru.

"Nggak apa-apa, ini sebagai tindak lanjut. Tadi malam kami sudah dialog. Sebetulnya mereka yang sekarang tinggal ditenda itu, nggak mau ke Rawa Bebek, karena jauh dan kecil. Mereka minta ditempatkan di Muara Baru," ungkapnya.

Sebelumnya juga diberitakan, warga dari kawasan penertiban Kampung Akuarium-Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara menempati tenda darurat di atas puing kampung.

Dari pantauan di lokasi pada 9 Mei 2016 lalu, ada sekitar 6 tenda yang didirikan untuk menampung warga yang setelah penggusuran tinggal di aula mesjid Luar Batang dan di perahu. Ada 2 toilet darurat yang dibangun secara mandiri oleh warga, tidak jauh dari lokasi tenda.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon