Basuki Ingin Ciliwung Jadi Wisata Alam

Rabu, 18 Mei 2016 | 16:43 WIB
DP
FB
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: FMB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kanan) didampingi Kepala Staf Kodam Jaya Brigadir Jenderal Ibnu Widodo (kedua kiri) menyusuri Sungai Ciliwung dengan perahu karet di Jakarta, 18 Mei 2016. Inspeksi tersebut guna mengecek perkembangan proyek normalisasi Sungai Ciliwung.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kanan) didampingi Kepala Staf Kodam Jaya Brigadir Jenderal Ibnu Widodo (kedua kiri) menyusuri Sungai Ciliwung dengan perahu karet di Jakarta, 18 Mei 2016. Inspeksi tersebut guna mengecek perkembangan proyek normalisasi Sungai Ciliwung. (Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan rencana kemungkinan adanya transportasi air di sungai Ciliwung akan sulit direalisasikan. Hal tersebut karena arus air di sungai Ciliwung tidak dapat diprediksi serta kelokan-kelokan yang mempersulit perahu mengarunginya.

"Untuk transportasi sungai tidak mudah, karena jalan masih lebih cepat daripada pakai sungai perahu bolak-balik," ujar Basuki usai menyusuri sungai Ciliwung di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Rabu (18/5).

Tidak hanya itu, waktu tempuh melalui sungai juga lebih lama dan lebih cepat melalui darat. Sungai yang berkelok-kelok menjadi salah satu penyebab perjalanan yang lebih lama dibandingkan di darat.

"Jadi saya lihat lebih cocok untuk wisata sungai lah. Di sana punya tebing bagus. Saya pastikan 8-9 kilometer tidak boleh dipasang sheetpile karena ada tebing batu cadas yang bagus, saya mau pastikan itu," katanya.

Basuki mengatakan, pihaknya lebih menginginkan sungai Ciliwung dijadikan lokasi wisata alam. Jika sudah menjadi wisata sungai, salah satu lokasi yang bisa dijadikan tempat pemberangkatan adalah di kawasan Kampung Pulo yang saat ini sudah dipasangi turap.

Tidak hanya itu, adanya apartemen-apartemen swasta yang tak jauh dari lokasi sungai Ciliwung juga, disebutkan Basuki bahwa mereka bisa membuat taman dari apartemennya menuju sungai Ciliwung. Hanya saja jika demikian, maka mereka sendiri yang harus mengeleola dan merawat taman tersebut.

"Jadi kami ingin betul-betul Ciliwung ini bukan bencana tapi berkah," pungkasnya

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon