Pengakuan Rica Eks Gafatar: Tujuan Akhir Adalah Perang

Jumat, 17 Juni 2016 | 07:55 WIB
FE
FB
Penulis: Fuska Sani Evani | Editor: FMB
Sejumlah warga eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar)
Sejumlah warga eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) (Antara/Aditya Pradana Putera)

Yogyakarta - Dalam persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi kasus penculikan oleh ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang digelar di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (16/6), dokter Rica Trihandayani mengakui kalau dirinya luluh atas bujuk-rayu saudaranya sendiri, Veni Orinanda yang menjadi terdakwa kasus tersebut bersama suaminya, Eko Purnomo.

Di hadapan majelis hakim, dr Rica mengakui kalau pada tahun 2012 dirinya memang aktif dalam organisasi Gafatar. Namun pada tahun 2013, ia kembali ke Lampung dan menikah dengan dr Aditya Akbar Wicaksono, Rica memutus hubungan dengan Gafatar. Meski begitu, Veni selalu mengontaknya dan mengajaknya untuk ‘berhijrah’.

Rica mengaku telah beberapa kali menolak ajakan saudaranya, tetapi karena Veni terus merayunya bahkan dengan mengirimkan pesan yang berisi ayat-ayat Suci, Rica akhirnya terperdaya dan yakin kalau Veni dan suaminya Eko, tidak berniat jahat.

Pada bulan Oktober 2015, Rica pun sempat bertemu dengan kedua terdakwa di Yogyakarta dan mereka terus mengajak Rica untuk ikut hijrah.

Akhir November 2015 Rica akhirnya memutuskan untuk mau ikut ajakan saudaranya tersebut, untuk berhijrah ke Kalimantan dengan pemberangkatan dari Yogyakarta.

"Saya sangat percaya Veni, dia sepupu saya, saya sayang sama dia dan saya percaya dia sayang sama saya. Dan tidak akan mencelakakan saya," ucap Rica.

Maka, pada 12 Desember 2015, Rica bersama anaknya yang masih berumur 6 bulan, berangkat ke Yogya dan mengatakan kepada suaminya yang sedang menempuh pendidikan di UGM, kalau dirinya ingin berkunjung.

Akhirnya, pada 30 Desember, Rica bersama anaknya dan kedua terdakwa berangkat ke Kalimantan dengan menggunakan pesawat dari Yogya tujuan Pontianak. Sebelum berangkat, terdakwa membuang nomor ponsel milik Rica dan men-set ulang.

Menurut Rica, sesampainya di Pontianak, rombongan akhirnya menuju Mempawah dan hanya tinggal selama dua hari.

Rombongan yang kurang lebih berjumlah 20 orang termasuk Rica dan anaknya, melanjutkan perjalanan ke Pangkalanbun Kalimantan Tengah.

Namun karena gencarnya pemberitaan soal hilangnya dr Rica dengan anaknya, beberapa pengurus Gafatar meminta Rica untuk menghubungi keluarga dengan pernyataan yang sudah disiapkan.

Bunyi kalimat itu, "Kondisi saya baik-baik saja, saya pergi itu murni sendiri tidak ada ajakan dari siapapun, saya pergi ke Kalimantan untuk membuka peluang usaha baru," kata dr Rica.

Rica juga meminta agar keluarganya mencabut laporan orang hilang.

Di tempat itu, lanjut Rica, dirinya sempat diajak berkeliling ke kota-kota lainnya, namun kembali lagi ke Pangkalanbun.

Namun, tiba-tiba, kedua terdakwa meminta Rica untuk pulang. "Mereka membelikan tiket untuk pulang. Mereka menyuruh pulang karena saya dicari-cari," ucap Rica.

Rica juga menyampaikan, ada empat fase gerakan Gafatar. Pertama adalah sembunyi-sembunyi, lalu mengajak secara terang-terangan, kemudian hijrah, dan yang terakhir perang.

Dalam pernyataannya, Rica mengaku bingung, dibawa pergi ke mana-mana, dan sepengetahuannya, tujuan dari gerakan tersebut adalah membangun suatu koloni yang diridhoi Allah SWT.

Selain Rica, tiga saksi lainnya, Aditia Akbar Wicaksono (suami Rica), Sugiyanti, dan Cici Wahyu Adiningsih yang masih kerabat Rica juga memberikan kesaksian.

Sementara itu, sidang yang berlangsung selama 2,5 jam tersebut, akan digelar kembali pada minggu depan.

Sedang terdakwa, Veni Orinanda saat berbicara di hadapan majelis hakim, membantah beberapa pernyataan dr Rica.

Menurutnya, justru dr Rica yang selama ini getol bertanya kepada dirinya kapan akan hijrah dan membangun kehidupan baru di Kalimantan.

Veni juga menyatakan kalau Rica sendiri yang meminta agar kepergiannya dirahasiakan dari suaminya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon