10 Pasien Terduga Flu Burung di Bima Membaik
Kamis, 15 Maret 2012 | 15:15 WIB
Gejala klinisnya semakin baik dan tidak ditemukan indikasi terjangkit virus H5N1.
Kondisi kesehatan 10 warga Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang dirawat intensif karena terduga (suspect) terjangkit flu burung, semakin membaik dan mengarah ke status negatif Avian Influenza.
"Pasien-pasien itu sudah membaik. Gejala klinisnya makin baik dan tidak ditemukan indikasi terjangkit virus Avian Influenza atau negatif H5N1," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dr H Moch Ismail, di Mataram, Kamis (15/3).
Mereka menjalani perawatan medis di RSUD Kabupaten Bima, yang dirujuk dari sejumlah puskesmas. Termasuk di antaranya dua pasien yang masih balita masing-masing Lativa (11 bulan) dan Azhar (2,5 bulan), yang dirujuk dari Puskesmas Bolo, karena suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat celsius.
Namun perawatan medisnya sudah memasuki tahapan pemulihan, karena menunjukkan perubahan yang berarti setelah berada dalam penanganan medis intensif.
Ismail mengapresiasi dukungan masyarakat yang bersedia membawa sanak keluarganya yang dicurigai terjangkit flu burung, yang merujuk kepada peningkatan suhu tubuh hingga melampaui ambang batas 27,5 derajat celsius.
"Partisipasi masyarakat dalam mencegah penyebaran virus flu burung dari unggas peliharaan ke manusia itu, amat penting. Masyarakat Bima menyadari hal itu sehingga cepat membawa pasien panas tinggi ke rumah sakit atau puskesmas," ujarnya.
Kondisi kesehatan 10 warga Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang dirawat intensif karena terduga (suspect) terjangkit flu burung, semakin membaik dan mengarah ke status negatif Avian Influenza.
"Pasien-pasien itu sudah membaik. Gejala klinisnya makin baik dan tidak ditemukan indikasi terjangkit virus Avian Influenza atau negatif H5N1," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dr H Moch Ismail, di Mataram, Kamis (15/3).
Mereka menjalani perawatan medis di RSUD Kabupaten Bima, yang dirujuk dari sejumlah puskesmas. Termasuk di antaranya dua pasien yang masih balita masing-masing Lativa (11 bulan) dan Azhar (2,5 bulan), yang dirujuk dari Puskesmas Bolo, karena suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat celsius.
Namun perawatan medisnya sudah memasuki tahapan pemulihan, karena menunjukkan perubahan yang berarti setelah berada dalam penanganan medis intensif.
Ismail mengapresiasi dukungan masyarakat yang bersedia membawa sanak keluarganya yang dicurigai terjangkit flu burung, yang merujuk kepada peningkatan suhu tubuh hingga melampaui ambang batas 27,5 derajat celsius.
"Partisipasi masyarakat dalam mencegah penyebaran virus flu burung dari unggas peliharaan ke manusia itu, amat penting. Masyarakat Bima menyadari hal itu sehingga cepat membawa pasien panas tinggi ke rumah sakit atau puskesmas," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




