JPPR: Pak Husni Terampil Mengendalikan Suasana
Jumat, 8 Juli 2016 | 09:36 WIB
Jakarta - Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz mengaku begitu kaget mendengar Bapak Husni Kamil Manik, Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) meninggalkan dunia secara medadak. Pasalnya, tidak ada kabar sakit atau sedang dirawat sebelum-sebelumnya.
"Kekagetan kami semakin bertambah karena rasa kehilangan yang begitu mendalam. Perjumpaan terakhir dengan Bapak adalah saat kita buka bersama dan diskusi membahas peraturan KPU tentang Pilkada Aceh, Papua dan Jakarta. Bapak tampak sangat sehat, berwajah cerah dengan rambut tertata rapi mendekati klimis," ujar Masykurudin dalam keterangan persnya, Kamis (7/7).
Seperti biasa, lanjut Masykurudin, sambutan Pak Husni di awal acara, menyebut peserta yang hadir satu per satu di luar kepala dengan tambahan apresiasi. Kata dia, dengan kalimat-kalimat yang pelan, mendalam, logis dan sangat urut subyek-predikat dan obyeknya, peserta dapat memahami penyampaian Bapak dengan jelas.
"Bila terjadi silang pendapat bahkan hingga mengarah kepada situasi yang panas, Bapak (Husni) terampil mengendalikan situasi kembali dingin. Bila berhadapan dengan pihak-pihak yang tidak puas atas keputusan KPU, jawaban yang bapak sampaikan tidak langsung menangkis ketidakpuasan itu, tetapi memberikan penjelasan secara kronologis dan mengarah pada titik temu serta jalan keluar," cerita dia.
Dengan kepemimpinan Husni yang kalem, bersama dengan anggota lainnya, kata Masykurudin, KPU telah menyukseskan penyelenggaran Pemilu Legislatif dan Presiden dan Wakil Presiden 2014, Pilkada serentak tahapan pertama 2015 dan persiapan Pilkada serentak 2017.
"Terutama pada Pemilu 2014, Bapak telah menunjukkan kepemimpinan bagaimana kemandirian, soliditas dan keterbukaan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan tahapan Pemilu," tutur dia.
"Keberhasilan penyelenggaraan inilah yang akan kita sampaikan kepada dunia internasional di Bali akhir September nanti. Bagaimana integritas KPU menjadi kunci kualitas penyelenggaraan Pemilu, dapat dipelajari oleh negara-negara lain," ujarnya menambahkan.
Masykurudin juga mengisahkan pertemuannya empat mata dengan Husni. Dalam pertemuan tersebut, Pak Husni, kata Masykurudin, mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan lagi untuk KPU mendatang dan beralih menjadi pengusaha.
"Selain itu, Bapak (Husni) juga punya ide besar bagaimana ketatanegaraan ini semakin diperbaiki, yaitu memposisikan KPU sebagai kekuasaan keempat di negeri tercinta Ini," tutur dia.
"Selamat kalan ketua, doa kami menyertai," tutup Masykurudin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




