Persaingan Ketat, Penjualan Semen Indonesia Semester I 2016 Meningkat

Sabtu, 16 Juli 2016 | 17:49 WIB
ST
FB
Penulis: Stefi Thenu | Editor: FMB
Direktur Utama PT Semen Indonesia yang baru Rizkan Chandra (tengah) memberikan keterangan usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Jumat (13/5/2016). BeritaSatu/Mohammad Defrizal
Direktur Utama PT Semen Indonesia yang baru Rizkan Chandra (tengah) memberikan keterangan usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Jumat (13/5/2016). BeritaSatu/Mohammad Defrizal (ga photo/Mohammad Defrizal)

Gresik - Di tengah persaingan industri semen yang kian ketat, Penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) semester I tahun ini mengalami peningkatan. Penjualan dalam negeri mencapai 12.184 juta ton meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 11.989 juta ton. Sementara untuk penjualan ke luar negeri sepanjang semester I, Perseroan mengekspor 189.000 ton.

"Untuk memenangkan persaingan di era yang semakin ketat, Semen Indonesia melakukan efisiensi baik di sisi produksi atau penjualan. Selain itu perusahaan juga memperluas layanan dan memperbanyak produk turunan" ujar Direktur Utama Semen Indonesia Rizkan Chandra saat Halal bihalal dengan komisaris, direksi dan karyawan di Wisma A Yani Gresik, Jumat.

Rizkan Chandra mengatakan, persaingan industri semen nasional kian ketat. Melimpahnya pasokan memaksa para pelaku industri semen melakukan strategi guna memenangkan persaingan.

Lebih lanjut, Rizkan Chandra menjelaskan, cakupan produk Semen Indonesia Group diperluas tidak hanya ke pelosok Indonesia namun ke kawasan regional yang menjadi konsentrasi penjualan peruahaan.

Tidak hanya mengekspor semen, Saat ini perusahaan sedang intens melakukan proses akuisisi perusahan semen di luar negeri yang diharapkan rampung pada akhir tahun.

"Menghadapi persaingan industri semen yang diprediksi semakin ketat ke depan, Semen Indonesia saat ini berkonsentrasi menyelesaikan 2 pabrik baru dengan kapasitas masing-masing 3 juta ton per tahun yaitu di Rembang Jawa tengah dan Indarung VI di Padang Sumatera Barat," tegasnya.

Saat ini proyek pabrik Rembang memasuki progres 94% sedangkan pabrik Indarung VI memasuki progres pembangunan 93%. Proyek pabrik Rembang saat ini memasuki tahap akhir dengan beberapa pengerjaan yang memasuki proses penyelesaian seperti preheater, kiln dan belt conveyor dari area tambang ke pabrik. Demikian pula dengan Pabrik Indarung VI.

Rizkan Chandra menambahkan, kedua pabrik ini diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun ini. Dengan selesainya dua pabrik baru tersebut akan menambah kapasitas produksi perseroan menjadi 37 juta ton pe rtahun, dari kapasitas saat ini 31 juta ton pertahun, Semen Indonesia juga tengah memulai pembangunan pabrik baru di Aceh melalui anak usahanya Semen Indonesia Aceh.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon