6 Provinsi Siaga Darurat Karhutla, BNPB Operasikan 8 Heli dan 4 Pesawat

Selasa, 23 Agustus 2016 | 14:06 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Helikopter BNPB jenis MI-8 melakukan pengeboman air di atas areal hutan dan lahan yang terbakar di Desa Medang Kampai, Dumai.
Helikopter BNPB jenis MI-8 melakukan pengeboman air di atas areal hutan dan lahan yang terbakar di Desa Medang Kampai, Dumai. (Antara/Rony Muharrman)

Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, enam provinsi telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul puncak kemarau yang terjadi bulan September.

"Biasanya bulan September merupakan puncak dari jumlah hotspot atau puncak panas karhutla," kata Kepala Humas dan Data Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Selasa (23/8).

Dia mengatakan, keenam provinsi tersebut yaitu Riau dengan periode siaga darurat karhutla 1 Maret 2016 hingga 30 November 2016, Jambi (27/7/2016 – 14/10/2016), Sumatera Selatan (7/3/2016 – 30/11/2016), Kalimantan Barat (1/6/2016 – 1/9/2016), Kalimantan Tengah (11/7/2016 – 8/10/2016), dan Kalimantan Selatan (15/8/2016 – 15/11/2016).

Adapun Gubernur Kalimantan Barat telah menyiapkan perpanjangan masa siaga darurat karhutla hingga November 2016. "Periode hotspot terbanyak di Sumatera dan Kalimantan selama Agustus hingga Oktober dengan puncak September," kata Sutopo.

Dia mengatakan, penetapan status siaga darurat oleh enam provinsi ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2015, beberapa daerah terlambat menetapkan status darurat karhutla sehingga penanganan menjadi tidak optimal. "Api karhutla sudah terlanjur besar dan meluas sehingga sulit dipadamkan," kata Sutopo.

Dia mengatakan, status siaga darurat tersebut mempermudah akses bagi BNPB dan BPBD untuk menggerakkan potensi sumber daya yang ada. "BNPB telah mengerahkan delapan helikopter water bombing, dua pesawat water bombing dan dua pesawat hujan buatan," kata Sutopo.

Di Riau dia menjalaskan, BNPB menempatkan tiga heli water bombing, dua pesawat water bombing dan satu pesawat Casa hujan buatan sejak. Hingga kini, total sudah 21,7 juta liter air untuk memadamkan karhutla di Riau sejak 1 April 2016 hingga sekarang. Sedangkan untuk hujan buatan telah ditaburkan 40 ton garam (NaCl) ke dalam awan potensial dari pesawat Casa.

Hingga saat ini 2.937 hektare hutan dan lahan terbakar di Riau telah berhasil dipadamkan. Adapun sebanyak 64 kejadian perkara dengan 79 orang tersangka ditangani satgas penegakan hukum pada 2016.

Di Sumatera Selatan, BNPB menempatkan dua heli water bombing dan satu pesawat hujan buatan. Di Kalimantan Tengah ditempatkan dua pesawat heli water bombing, dan di Kalimantan Barat ditempatkan satu heli water bombing. "BNPB sedang mempersiapkan pengiriman satu heli water bombing dan satu pesawat hujan buatan untuk dioperasikan di Kalimantan Barat," kata Sutopo.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon