Menhan: Abu Sayyaf Mulai Terjepit
Rabu, 24 Agustus 2016 | 15:33 WIB
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengklaim kelompok penyandera Warga Negara Indonesia (WNI) Abu Sayyaf sudah mulai terjepit. Hal itu karena terus didesak dan digempor oleh pasukan Filipina.
"Separuh kelompok itu sudah habis," kata Ryamizard di Jakarta, Rabu (24/8).
Ia menjelaskan Indonesia harus berterimakasih ke Filipina. Pasalnya negara itu serius menghabisi kelompok Abu Sayyaf. Mereka juga serius membebaskan WNI dari tahanan Abu Sayyaf.
"Ada 11.000 pasukan Filipina di lokasi. Sudah 120 orang yang mati dari Abu Sayyaf. Kita tunggu saja apa yang dilakukan Filipina," ujar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini.
Dia menegaskan Indonesia tidak bisa masuk ke wilayah Filipina karena dilarang oleh konstitusi negara tersebut. Di sisi lain, jumlah 11.000 pasukan sudah sangat banyak. Dikuatirkan ada salah tembak jika pasukan Indonesia masuk karena terlalu banyak pasukan.
"Dulu masyarakat tidak membantu tentara di sana. Sekarang mereka sudah bantu. Di antara Abu Sayyaf juga sudah pecah," ungkapnya.
Saat ditanya kondisi sandera, Ryamizard mengemukakan semua sehat dan baik. Jika tidak sehat, tidak mungkin ada sandera yang lolos.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




