WNI yang Terjangkit Virus Zika di Singapura Sudah Sembuh

Jumat, 2 September 2016 | 20:48 WIB
NW
B
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: B1
Petugas bandara memeriksa suhu tubuh para penumpang yang tiba dari Singapura di Bandara Internasional, Adisutjipto, Yogyakarta, 1 September 2016. Otoritas Singapura menyatakan bahwa 150 warganya positif terjangkit virus zika termasuk para ibu yang sedang mengandung, sebagai warga negara asing yang tinggal dan bekerja di sana. AFP/Suryo Wibowo
Petugas bandara memeriksa suhu tubuh para penumpang yang tiba dari Singapura di Bandara Internasional, Adisutjipto, Yogyakarta, 1 September 2016. Otoritas Singapura menyatakan bahwa 150 warganya positif terjangkit virus zika termasuk para ibu yang sedang mengandung, sebagai warga negara asing yang tinggal dan bekerja di sana. AFP/Suryo Wibowo

Singapura - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura menyatakan satu warga negara Indonesia (WNI) yang terjangkit virus Zika di Singapura sudah sembuh. WNI yang identitasnya dirahasiakan itu hanya mengalami gejala ringan sehingga tidak memerlukan rawat inap.

"WNI ini pekerja rumah tangga dengan gejala ringan dan sudah ditangani dan dinyatakan recovering atau recovered (pulih). Pada 31 Agustus 2016 sudah kembali ke rumah tempat dia bekerja serta tidak dalam keadaan hamil," kata Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya lewat pesan tertulis hari Jumat (2/8).

Identitas lengkap perempuan WNI itu dirahasiakan demi menjaga privasi pasien (medical confidentiality). Meskipun begitu, KBRI Singapura telah memastikan bahwa WNI tersebut memperoleh penanganan medis yang baik sehingga tanggal 1 September sudah dinyatakan sudah pulih.

KBRI Singapura menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Ministry of Health/MOH) Singapura untuk memonitor perkembangan terkait Zika.

Terkait peningkatan kasus virus Zika di Singapura, KBRI Singapura terus mengimbau seluruh masyarakat Indonesia yang berada di Singapura untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera menemui dokter bila menemukan gejala terserang zika.

Selain itu, KBRI Singapura juga menginformasikan daerah yang banyak ditemukan kasus zika seperti daerah Aljunied Crescent/Sims Drive yang telah ditetapkan oleh MOH sebagai Affected Area (wilayah terdampak) serta daerah-daerah yang ditentukan sebagai Concerned Areas (wilayah diwaspadai), seperti Khatib Camp, Sembawang Drive, Kranji Road, Joo Chiat Place, Senoko South Road, Toh Guan East Lor 101, Changi serta Bedok North Avenue yang disebutkan sebagai Potential Area (wilayah berpotensi penularan).

"Pencegahan dari kemungkinan gigitan nyamuk pembawa virus harus dihindari secara maksimal," sebut pernyataan KBRI Singapura.

Gejala virus Zika antara lain adalah demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva (di daerah mata). Apabila ada yang mengalami gejala tersebut, KBRI Singapura mengimbau agar segera melakukan pemeriksaan ke pelayanan kesehatan terdekat. KBRI Singapura mempersiapkan hotline 24 jam (+65 9295 3964) jika ada Masyarakat Indonesia di Singapura positif terkena penyakit virus Zika dan membutuhkan bantuan kekonsuleran dari KBRI.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon