Bocah SD Korban Penculikan di Bali Sudah Ditemukan
Rabu, 5 Oktober 2016 | 14:31 WIB
Denpasar – Luh Adya Crisilla yang diduga menjadi korban penculikan saat bermain di gang depan rumahnya di Jalan Tukad Buaji, Gang Umasari Nomor 9, Sesetan, Denpasar, Selasa (4/10) siang, malamnya sekitar pukul 21.00 Wita telah ditemukan. Bocah perempuan yang duduk di bangku kelas 5 SD Santo Joseph Denpasar ini ditemukan di Jalan Raya Singapadu, Banjar Negari, Gianyar.
Informasi yang berhasil dihimpun SP, korban sempat dilarikan menggunakan mobil Toyota Avanza warna putih lalu korban diturunkan pelaku di tepi Jalan Raya Singapadu. Gadis berusia 10 tahun ini sempat kebingungan dan masuk ke rumah salah seorang penduduk bernama Pak Nyoman yang juga anggota TNI ini pun bertanya kepada Luh Adya Crisilla.
"Oleh Luh Adya Crisilla, diberikannya nomor telepon ayahnya kepada Pak Nyoman itu. Kebetulan anggota saya masih di rumah orangtuanya. Pas Pak Nyoman menelepon orangtuanya dan bilang kalau anak mereka lagi di rumahnya, anggota langsung meluncur ke rumah Pak Nyoman untuk menjemput Luh Adya," jelas Wakapolsek Denpasar Selatan,Ajun Komisaris Polisi Gde Sumena.
Sumena mengakui pihaknya masih melakukan interogasi terhadap Luh Adya untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggungjawab atas peristiwa ini. "Anggota saat ini masih di Singapadu. Masih bertanya ke Luh Adya. Setelah dari sana baru akan dibawa ke Polek Densel," katanya.
Luh Adya Crisilla diketahui menghilang saat sedang bermain di depan rumahnya bersama temannya bernama Stepen (8). Bocah yang kini duduk di kelas 5 SD Santo Yosep ini menghilang usai bercengkerama dengan seseorang yang mengendarai mobil Toyota. Saat mereka bermain bersama, tiba-tiba datang seorang pria dengan mengendarai mobil Toyota Avanza warna putih.
Pria tersebut lalu mendekati Stepen dan Luh Adya Crisilla dan berbincang sejenak dengan mereka.
"Saksi di sekitar sana belum ada yang ingat plat nomor mobil pria tersebut. Dari keterangan sejumlah saksi, awalnya pria itu bertanya kepada kedua anak itu di mana rumah kos dari Luh Adya Crisilla. Dan dijawab oleh Luh Adya sambil menunjuk ke arah barat tempat rumah kosnya berada," ujar sumber.
Pria itu lalu menyuruh Stepen untuk mencari penjual pulsa di sekitar sana. Karena tidak mengerti apa yang terjadi, Stepen kemudian menuruti perintah pria itu lalu mencari penjual pulsa di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Setelah pelajar SD Pelangi ini menemukan penjual pulsa di dekat sana, ia pun kembali ke lokasi awal untuk menemui pria itu.
Namun, setibanya di depan gang, Stepen tertegun mendapati pria itu dan juga Luh Adya Cristilla sudah tidak ada di sana.
"Rekan korban pun keliling mencari-cari pria itu dan Luh Adya Crisilla. Tetapi tidak ketemu," ujar sumber.
Stepen pun lalu menceritakan ihwal hilangnya Luh Adya Crisilla kepada orangtua Luh Adya, Wayan Doddi Esa Putra (39) dan Mirya Rosantina (39). Kedua orangtua Luh Adya pun terkejut dan melaporkan ihwal hilangnya anak mereka kepada polisi.
Beberapa saat kemudian, polisi tiba di TKP dan segera menyebar mencari keterangan saksi-saksi. Sebab, dari keterangan saksi-saksi, korban terakhir kali terlihat jam 4 sore. Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Bangkit Dananjaya, membenarkan adanya laporan dari orangtua korban terkait hilangnya anak mereka sehingga polisi melakukan penyelidikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




