Menhan: Belum Waktunya TNI Terlibat Politik

Senin, 10 Oktober 2016 | 17:28 WIB
RW
FH
Penulis: Robertus Wardi | Editor: FER
Ryamizard Ryacudu dan Wiranto.
Ryamizard Ryacudu dan Wiranto. (Antara)

Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu, menyatakan, belum waktunya TNI terlibat dalam politik praktis. TNI masih perlu memperkuat institusi dan menjadikan diri sebagai tentara profesional supaya siap ketika diberikan hak politiknya.

"Sekarang enggak pas. Kondisi kita kan belum matang," kata Ryamizard di gedung DPR, Jakarta, Senin (10/10).

Ia menjelaskan, sangat repot jika TNI diberikan hak politiknya. Menurutnya, nanti akan ada tentara yang partisan yang dikuatirkan akan dipakai oleh partai tertentu untuk kepentingannya.

"Jangan sampai nanti ada TNI PDIP, TNI Golkar. Itu bahaya," tutur mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini.

Ryamizard menegaskan, setelah masuk TNI maka para prajurit kehilangan haknya dalam politik praktis. Jika ingin maju menjadi kepala daerah atau calon presiden, kata dia, harus mundur dari TNI.

"Tidak melarang berpolitik tetapi harus keluar dari tentara. Itu aturan yang berlaku," tegasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon