Tepis Isu SARA, Ahok-Djarot Fokus Benahi Jakarta

Selasa, 11 Oktober 2016 | 14:23 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Basuki Tjahaja Purnama, Megawati Soekarnoputri, dan Djarot Saiful Hidayat.
Basuki Tjahaja Purnama, Megawati Soekarnoputri, dan Djarot Saiful Hidayat. (SP/Joanito de Saojoao)

Jakarta - Tak dipungkiri, pernyataan petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu, dengan mengutip ayat Kitab Suci Al Quran dimanfaatkan sekelompok orang untuk menyerang pasangan petahana Ahok-Djarot dengan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) menjelang pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta.

Peristiwa tersebut telah memberikan pembelajaran kepada Ahok-Djarot dan tim kampanyenya. Isu SARA masih digunakan sekelompok orang yang berseberangan untuk menurunkan tingkat elektabilitas duet petahana ini.

Ahok mengakui, isu SARA masih terus dipakai untuk menyerangnya. Namun, dia tidak mau peduli lagi. Dia hanya ingin fokus kerja untuk membenahi Kota Jakarta hingga akhir masa kepemimpinan Oktober 2017.

"Ya, kami kerja saja. Fokus beresin Jakarta," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (11/10).

Mantan Bupati Belitung Timur ini juga telah menyampaikan permintaan maafnya kepada umat Muslim di Jakarta maupun di Indonesia, Senin (10/10). Ia meminta maaf karena telah mengutip ayat kitab suci dan dianggap melecehkan Kitab Suci Al'Quran

"Yang pasti, saya sampaikan kepada semua umat Islam, atau pun orang yang merasa tersinggung. Saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau pun Al Quran," katanya.

Mantan anggota DPR RI ini mengungkapkan tidak ada niatan sekecil pun untuk melecehkan Al Quran. Tetapi, ia sekali meminta maaf kepada semua Umat Islam yang merasa tersinggung dengan ucapannya.

Ia pun meminta semua pihak tidak memperpanjang polemik tersebut karena akan mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Melihat banyak protes yang dilayangkan kepada dirinya saat mengutip ayat Kitab Suci Al Quran, Ahok berjanji tidak akan lagi mau menyinggung ayat kitab suci. Karena, pernyataannya yang mengutip ayat Kitab Suci Al Quran dari surat Al Maidah ayat 51 membuat pilgub DKI 2017 berkembang ke arah SARA.

"Makanya, saya tidak akan menyinggung (Al Quran) lagi. Karena ini membuat suasana Pilgub DKI menjadi ramai," ujarnya.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon