Pelaku Perampasan Rekaman dan Pemukulan Wartawan Masih Buram

Kamis, 29 Maret 2012 | 15:45 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati/ Ardi Mandiri | Editor: B1
Suasana polisi mulai mengepung mahasiswa di sekitaran Stasiun Gambir, Jakarta, (27/3).
Suasana polisi mulai mengepung mahasiswa di sekitaran Stasiun Gambir, Jakarta, (27/3). (Beritasatu.com/ Ronna Nirmala)
"Kami belum menemukan rekaman itu. Hari ini, kami akan bertemu dengan korban untuk membicarakan masalah terkait rekaman memori kamera. Rencananya ketemu sore ini."

Misteri kasus perampasan rekaman video juru kamera salah satu televisi swasta saat bentrokan pada unjuk rasa menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Gambir, Jakarta Pusat, masih buram. Polisi masih kesulitan mengusut oknum pelaku pencurian dengan tindak kekerasan itu.

Meski dirasa sulit, polisi berjanji akan mengusut dan terus mencari rekaman dan oknum polisi yang melakukan dan pemukulan tersebut.

"Kami belum menemukan rekaman itu. Hari ini, kami akan bertemu dengan korban untuk membicarakan masalah terkait rekaman memori kamera. Rencananya ketemu sore ini," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Rikwanto, di depan Gedung DPR RI, Kamis (29/3).

"Kami akan cari terus. Kalau dapat, yang bersangkutan bisa dikenakan sanksi disiplin atau pidana. Namun, kami lihat dulu apa penyebabnya," tambahnya.

Seperti diketahui, sebanyak tiga wartawan nasional turut menjadi korban pada aksi penolakan BBM di Gambir, beberapa waktu lalu.

Ketiganya yaitu, wartawan koran Lampu Hijau Rizky Sulistyo, Riris dari Global TV dan Adi Hartanto dari TV One.

Kala itu, oknum polisi diduga sempat mengintimidasi ketiganya yang menolak menyerahkan memory card gambar hasil peliputan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon