Romo Budi-Gus Nuril Sapa dan Teguhkan Para Pejuang Kelestarian Kendeng
Rabu, 21 Desember 2016 | 10:12 WIB
Semarang - Di bawah terik matahari yang menyengat, Romo Aloys Budi Purnomo Pr - Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang - mengajak KH Nuril Arifin (Gus Nuril) - Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang untuk menyapa dan meneguhkan para pejuang kelestarian Kawasan Gunung Kendeng dari Rembang.
Romo Budi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (20/12), mengatakan bahwa mereka butuh dukungan moril karena sejak Senin lalu menyerukan tuntutan kepada Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, terkait dengan pelaksanaan putusan peninjauan kembali Mahkamah Agung (MA).
Putusan yang telah berkekuatan hukum tetap itu menyatakan bahwa izin lingkungan yang dimiliki PT Semen Indonesia di Rembang tidak sesuai aturan hukum. Maka MA memenangkan tuntutan rakyat Kendeng. Namun kenyataannya, meski MA sudah memenangkan rakyat, proses pembangunan pabrik semen tetap berjalan terus.
Itulah sebabnya, sesudah awal bulan Desember lalu mereka melakukan longmarch dari Rembang menuju Semarang namun mereka tidak berhasil berjumpa langsung Ganjar Pranowo.
Kini mereka datang kembali ke Semarang dan mendirikan tenda darurat di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Jateng. Tuntutan mereka hanya satu: tolak pabrik semen di Rembang sebab tidak sesuai dengan Amdal. Mereka menyatakan tidak akan pulang ke Rembang sebelum tuntutan mereka dikabulkan.
Gus Nuril dan Romo Budi datang menyapa dan meneguhkan perjuangan mereka. "Bapak-ibu semua berjuang untuk kepentingan masa depan kesejahteraan rakyat dan kelestarian lingkungan hidup. Kami berdua saya Nuril Arifin dan Romo Budi ada bersama sampeyan semua. Jangan takut! Kepada Mas Ganjar saya teruskan nurani dan isak doa rakyatmu ini, dengarkan mereka. Taatilah putusan Mahkamah Agung!"
Sementara itu, sambil menggandeng erat tangan Gus Nuril, Romo Budi melantunkan tembang "Ibu Bumi wis maringi, Ibu Bumi dilarani, Ibu Bumi kang ngadili...." yang langsung disambung serentak oleh mereka plus kalimat doa "la ilaha illallah Muhammadur Rasulullah...".
Beberapa kali bait tembang yang menyatakan bahwa "Bumi Pertiwi telah memberi namun Bumi Pertiwi disakiti; Bumi Pertiwi yang akan mengadili" itu dilantunkan dengan isak tangis dan sedu sedan tetesan air mata.
Romo Budi juga menyampaikan ajakan agar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tergerak hati untul mendengarkan mereka dan memberikan yang terbaik demi keutuhan dan kelestarian lingkungan hidup. Ajakan itu ditutup dengan tembang "Aja sok gampang dadi wong manis, yen ta amung lamis... (jangan mudah manis di bibir lain di hati) untuk mengingatkan slogan yang diusung Ganjar Pranowo saat kampanye, "Mboten ngapusi, mboten korupsi".
"Mari bersama rakyat membangun masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama kita!" kata Romo Budi mengakhiri sapaannya itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




