Pasar Apartemen Stagnan Akibat Tingginya Pajak
Rabu, 1 Februari 2017 | 20:54 WIB
Jakarta - Perusahaan konsultan properti internasional, Jones Lang LaSalle (JLL) dalam laporan terbarunya menyatakan, pasar apartemen di kawasan Jabodetabek cenderung mengalami sepi peminat.
Tingkat penjualan apartemen di kuartal keempat tahun 2016, tercatat hanya sebesar 69 persen atau sebanyak 5.450 unit.
Head of Research JLL, James Taylor mengatakan, kondisi makro ekonomi Indonesia akan menentukan pertumbuhan sektor properti, khususnya di segmen apartemen.
"Penerapan pajak untuk kondominium mewah dan super mewah, memiliki imbas terhadap penjualan," kata James Taylor, Rabu (1/2).
Baca Juga: Potensi Investasi Properti di Indonesia Dinilai Menguat
Meski demikian, pasar apartemen dinilai memiliki prospek yang semakin bagus di tahun ini seiring respons positif konsumen terhadap program pembangunan yang dilansir pemerintah. Hal itu, diharapkan dapat mendorong aktivitas sektor properti.
"Dengan kondisi makro ekonomi yang terus membaik, diharapkan konsumen akan kembali antusias untuk membeli apartemen," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




