Polri Imbau FPI Tak Gelar Doa Bersama di Hari Tenang
Jumat, 3 Maret 2017 | 07:45 WIB
JAKARTA - Mabes Polri imbau Front Pembela Islam (FPI) untuk tidak menggelar aksi doa bersama pada 11 Februari mendatang karena merupakan masa tenang pilkada. Sebelumnya, Imam besar FPI Rizieq Syihab mengatakan aksi tersebut akan diisi doa untuk keselamatan bangsa, dan keamanan Pilgub Jakarta supaya ibu kota ke depan lebih baik.
Selain doa bersama, aksi tersebut juga akan diwarnai dengan kegiatan longmarch di kawasan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.
"Hari ini kita imbau dulu. Jangan melakukan aktivitas yang merugikan masyarakat. Terutama saat masa tenang 11, 12, 13 Februari . Itu masa tenang. Kami koordinasi dengan KPU (Komisi Pemilihan Umum), Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) untuk kita sama (sikap) di hari tenang itu mewujudkan ketenangan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri Kamis (2/3).
KPU telah menetapkan pemungutan suara pemilihan kepala daerah serentak yaitu 15 Februari 2017. Pemilihan akan digelar di 7 provinsi, 18 kota, dan 76 kabupaten atau khusus bagi daerah yang akhir masa jabatan kepala dan wakil kepala daerahnya berakhir antara Juli 2016 dan Desember 2017.
Pada kesempatan itu, Boy juga meminta pimpinan FPI Rizieq Syihab yang hendak diperiksa Polda Jawa Barat sebagai tersangka agar tidak membawa massa karena berdampak terjadi kemacetan yang luar biasa, selain itu berpotensi mengganggu Kamtibmas. "Ada anggapan bahwa ada kriminalisasi di sana. Ini perlu diluruskan. Tidak ada kriminalisasi. ini murni proses hukum," tegas Boy.
Kriminalisasi itu, lanjut dia, apabila tidak ada masalah lalu tiba-tiba dijadikan objek hukum. "Ini tentu tidak benar. Jadi anggapan kriminalisasi itu mohon bisa dipahami. Ini murni hukum yang sedang berjalan. Negara kita adalah negara yang berdasarkan hukum. Oleh karena itu mekanisme hokum dijadikan solusi untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan pandangan," urainya. (b1)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




