UMT Teken Kerja Sama dengan International Youth Fellowship
Sabtu, 25 Maret 2017 | 13:32 WIB
Jakarta – Universitas Mpu Tantular (UMT) menjalin kerja sama dengan International Youth Fellowship (IYF) untuk pertukaran program kepemudaan dan kemahasiswaan.
Nota kesepahaman (MoU) kerja sama itu ditandatangani Rektor UMT Mangasi Panjaitan dan petinggi IYF Ock Soo Park di Ruang Hiobadja, Kampus UMT, Cipinang, Jakarta Timur, 21 Maret lalu.
Dalam pertemuan itu, Ketua Pembina Yayasan Budi Murni Kanjeng Pangeran Tarnama Sinambela Kusumonagoro menyerahkan kain ulos kepada pihak IYF. Penandatanganan MoU itu disaksikan Ketua Yayasan Pendidikan Budi Murni Budi P Sinambela.
Dalam keterangan tertulis yang diterima SP, Sabtu (25/3) disebutkan, program-program kerja sama itu terkait keilmuan, budaya, seni, maupun soal-soal keberagaman dan berbagai aktivitas sosial lainnya.
Dalam sambutannya, Ock Soo Park mengaku senang bisa bekerja sama dengan pihak UMT. "Di negara manapun, pemuda adalah generasi yang akan melanjutkan hal-hal yang berkaitan tanggung jawab Negara. Saya melihat, pemuda di Indonesia memiliki banyak potensi," ujarnya.
Seusai memberi sambutan, Ock Soo Park juga memberi kuliah umum dengan judul Mind Education, selama sekitar satu jam. Dia menjelaskan berbagai hal mengenai perubahan di berbagai negara, yang sebelumnya diawali dengan pembentukan mindset. Pembentukan cara pandang itu yang akan menghasilkan semangat dan mental dalam melakukan aksi.
Kuliah umum itu dihadiri sekitar 150 mahasiswa UMT dari berbagai fakultas. Selain itu juga hadir pejabat struktural UMT maupun beberapa anggota Yayasan.
Sementara itu, Budi P Sinambela mengatakan, sebagai yayasan yang menaungi UMT, pihaknya menyambut gembira kerja sama tersebut. Ia berharap MoU itu dapat dilanjutkan dengan merealisasikan program-program yang bermanfaat bagi kedua pihak.
Hal senada dikatakan Mangasi Panjaitan. Menurut dia, kerja sama itu menjadi kesempatan bagi para pemuda maupun mahasiswa, khususnya di UMT untuk dapat bersentuhan dengan masyarakat global.
"Ini sebuah tantangan. Jika selama ini visi dan misi kita Universitas Mpu Tantular ingin menciptakan output yang mampu bersaing di masyarakat ASEAN, maka inilah kesempatan para mahasiswa untuk bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat global," tutur dia.
Dikatakan, Indonesia adalah negara kaya akan sumber daya alam. Sebab itu, para pemuda dan mahasiswa harus mampu mengelola sumber-sumber kekayaan alam secara mandiri. Sehingga, mahasiswa memiliki kemampuan besar dalam persaingan masyarakat global.
Mangasi berharap, dalam kerja sama itu, para mahasiswa UMT akan diupayakan untuk dapat studi banding ke Korea Selatan selama beberapa bulan, begitu pula sebaliknya.
Sebelumnya, Gison Manullang sebagai penghubung antara UMT dan IYF, mengisahkan, ia pernah mengikuti Youth Fellowship di Amerika Serikat, Korea Selatan, dan beberapa negara lainnya. Menurutnya, IYF sangat bermanfaat bagi UMT dalam mendukung potensi dan daya saing para mahasiswa secara internasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




