Masyarakat Diminta Antisipasi Gerakan Radikal

Minggu, 2 April 2017 | 13:59 WIB
YS
B
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: B1
Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta- Gerakan radikal atas nama agama harus selalu diantisipasi karena berpotensi menimbulkan diskriminasi dan perpecahan di tengah masyarakat.

Terlebih, menjelang perhelatan putaran dua Pilgub DKI 2017 yang marak beredar luas sentimen agama diduga terus memanfaatkan situasi hingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Hidup kami untuk membela Islam, tapi bukan dengan cara simbolistik seperti yang belakangan ini dilakukan kaum radikal," kata Ketua Lembaga Kajian Agama dan Jender (LKAJ), Musdah Mulia, di Jakarta, Minggu (2/4).

Sekretaris Jenderal ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) itu meminta kepada pasangan calon yang turut berkompetisi di Pilgub DKI untuk terus menjaga berlangsungnya suasana yang damai.

Musdah Mulia menceritakan, dirinya pernah ke Afghanistan dan kelompok Taliban di negeri itu benar-benar diskriminatif terhadap kelompok minoritas, terutama kaum perempuan.

"Mereka betul-betul diskriminatif dan yang menderita adalah perempuan. Kami tidak ingin hal seperti itu menimpa kaum perempuan di Indonesia, khususnya di Jakarta," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Dr Syafiq Hasyim, mengakui ada kekhawatiran muncul dan berkuasanya kelompok radikal di Jakarta.

Belajar dari pengalaman negara-negara yang dikuasai kelompok radikal seperti Taliban di Afghanistan, Boko Haram di Nigeria dan ISIS di Irak dan Suriah, yang menjadi korban pada umumnya adalah kaum perempuan.

Menurut Syafiq, Jakarta pada hari ini sudah sangat baik karena memberikan ruang yang sama terhadap kaum perempuan untuk ikut berpartisipasi dalam membangun Jakarta.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon