Dua Pentolan Teror Aceh Ditangkap
Minggu, 15 April 2012 | 17:22 WIB
Perannya adalah semacam inisiator atau otak aksi kekerasan di Aceh.
Operasi antiteror yang digelar Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Mabes Polri terus berlangsung di Aceh. Detasemen berlambang burung hantu itu menangkap dua tersangka tambahan berinisial AV alias AB dan MJ.
"Kedua orang ini adalah pengembangan dari enam orang yang kita tangkap sebelumnya. Perannya adalah semacam inisiator atau otak aksi kekerasan di Aceh. Tak ada barang bukti yang kita amankan dari mereka," kata Kadiv Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution, hari ini, di Jakarta.
Jenderal bintang dua intu tidak mau menjelaskan jika keduanya adalah mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
"Tidak usah dikaitkan ke sana. Peristiwa di mana mereka terlibat murni kriminal dan sementara ini mereka terkait dengan sejumlah kejadian di Aceh, bukan di Jakarta," tambahnya.
AB ditangkap di Kabupaten Lhoksukon, Aceh Utara. Di tempat terpisah polisi juga menangkap J di Matang Drien, Kecamatan Jambo Aye, Kabupaten Lhoksukon, Aceh Utara. Keduanya ditangkap pada Jumat (13/4).
Kelompok ini memang mengacau keamanan Aceh dengan berbagai motif. Sebelumnya, telah diungkap oleh polisi jika mereka bermotif politik untuk menggagalkan Pemilukada Aceh yang berlangsung 9 April lalu dengan menyiapkan bom karena Partai Aceh sempat hampir gagal ikut Pilkada.
Lalu para tersangka, yang memang ada di antaranya mantan GAM itu, juga ditangkap karena mengacau dengan menembaki warga pendatang di Aceh.
Mereka ini juga terlibat penembakan penderes getah di PT Satya Agung Desember tahun lalu.
Saat itu, serombongan laki-laki bersebo, masing-masing menenteng sepucuk senjata api laras panjang muncul di sebuah warung kopi dalam areal perkebunan PT Satya Agung, di Krueng Jawa, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, menjelang tengah malam, Desember tahun lalu.
Setelah memintai KTP sejumlah orang yang sedang ngopi di warung itu--untuk mengecek apakah sasaran mereka pendatang atau orang Aceh--pelaku langsung memberondong dari jarak dekat. Tiga tewas di tempat, lima lainnya luka-luka.
Semua korban adalah buruh penderes karet di perusahaan perkebunan PT Satya Agung yang disubkan kepada PT Ceimita Rata Group. Mereka tercatat berasal Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Korban tewas, yang turunan Jawa, masing-masing Sugeng (45) mengalami luka tembak di mata kanan hingga pecah, Karno (50) luka tembak di bagian kepala hingga robek besar, dan Herianto (30) luka tembak di bagian kanan pinggang hingga tembus ke pinggang kiri.
Sedangkan korban luka-luka, dua orang berasal dari Bahorok, yaitu Misman (54) luka tembak di perut dan lutut kanan dan Harapan (32) luka tembak di paha tembus dada.
Berikutnya, Salmi (34) asal Pulo Tiga, Aceh Tamiang mengalami luka di bagian leher kanan dan lutut kanan, Erik (22) asal Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara luka di pinggang kiri dan dada kiri, dan Joni (25) terkena serempetan peluru di bagian bokong.
Enam orang yang dibekuk sebelumnya dan menjadi tersangka itu adalah Kamarudin alias Mayor, Mansur alias Mancuk, Rizal Mustaqim, Usria alias Us, Sulaiman alias Ule Bara, dan Jamaludin alias Dugong.
Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa bom rakitan yang siap diledakkan sebanyak 4 tabung besi berukuran panjang 50 cm dan diameter 15 cm, 5 gulungan kabel yang diperkirakan sepanjang 60 m, dan 6 bola lampu kecil untuk mobil.
Operasi antiteror yang digelar Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Mabes Polri terus berlangsung di Aceh. Detasemen berlambang burung hantu itu menangkap dua tersangka tambahan berinisial AV alias AB dan MJ.
"Kedua orang ini adalah pengembangan dari enam orang yang kita tangkap sebelumnya. Perannya adalah semacam inisiator atau otak aksi kekerasan di Aceh. Tak ada barang bukti yang kita amankan dari mereka," kata Kadiv Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution, hari ini, di Jakarta.
Jenderal bintang dua intu tidak mau menjelaskan jika keduanya adalah mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
"Tidak usah dikaitkan ke sana. Peristiwa di mana mereka terlibat murni kriminal dan sementara ini mereka terkait dengan sejumlah kejadian di Aceh, bukan di Jakarta," tambahnya.
AB ditangkap di Kabupaten Lhoksukon, Aceh Utara. Di tempat terpisah polisi juga menangkap J di Matang Drien, Kecamatan Jambo Aye, Kabupaten Lhoksukon, Aceh Utara. Keduanya ditangkap pada Jumat (13/4).
Kelompok ini memang mengacau keamanan Aceh dengan berbagai motif. Sebelumnya, telah diungkap oleh polisi jika mereka bermotif politik untuk menggagalkan Pemilukada Aceh yang berlangsung 9 April lalu dengan menyiapkan bom karena Partai Aceh sempat hampir gagal ikut Pilkada.
Lalu para tersangka, yang memang ada di antaranya mantan GAM itu, juga ditangkap karena mengacau dengan menembaki warga pendatang di Aceh.
Mereka ini juga terlibat penembakan penderes getah di PT Satya Agung Desember tahun lalu.
Saat itu, serombongan laki-laki bersebo, masing-masing menenteng sepucuk senjata api laras panjang muncul di sebuah warung kopi dalam areal perkebunan PT Satya Agung, di Krueng Jawa, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, menjelang tengah malam, Desember tahun lalu.
Setelah memintai KTP sejumlah orang yang sedang ngopi di warung itu--untuk mengecek apakah sasaran mereka pendatang atau orang Aceh--pelaku langsung memberondong dari jarak dekat. Tiga tewas di tempat, lima lainnya luka-luka.
Semua korban adalah buruh penderes karet di perusahaan perkebunan PT Satya Agung yang disubkan kepada PT Ceimita Rata Group. Mereka tercatat berasal Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Korban tewas, yang turunan Jawa, masing-masing Sugeng (45) mengalami luka tembak di mata kanan hingga pecah, Karno (50) luka tembak di bagian kepala hingga robek besar, dan Herianto (30) luka tembak di bagian kanan pinggang hingga tembus ke pinggang kiri.
Sedangkan korban luka-luka, dua orang berasal dari Bahorok, yaitu Misman (54) luka tembak di perut dan lutut kanan dan Harapan (32) luka tembak di paha tembus dada.
Berikutnya, Salmi (34) asal Pulo Tiga, Aceh Tamiang mengalami luka di bagian leher kanan dan lutut kanan, Erik (22) asal Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara luka di pinggang kiri dan dada kiri, dan Joni (25) terkena serempetan peluru di bagian bokong.
Enam orang yang dibekuk sebelumnya dan menjadi tersangka itu adalah Kamarudin alias Mayor, Mansur alias Mancuk, Rizal Mustaqim, Usria alias Us, Sulaiman alias Ule Bara, dan Jamaludin alias Dugong.
Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa bom rakitan yang siap diledakkan sebanyak 4 tabung besi berukuran panjang 50 cm dan diameter 15 cm, 5 gulungan kabel yang diperkirakan sepanjang 60 m, dan 6 bola lampu kecil untuk mobil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




