GP Ansor Ajak Generasi Muda Bentengi Diri dari Gerakan Radikal

Sabtu, 29 April 2017 | 22:59 WIB
HS
FH
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: FER
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, memimpin Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dalam Apel Kebangsaan dan Kemah Kemanusiaan di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, 18 April 2017.
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, memimpin Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dalam Apel Kebangsaan dan Kemah Kemanusiaan di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, 18 April 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas mengajak generasi muda atau generasi milenial agar membentengi diri dari gerakan kelompok radikal dan anti-toleransi. Sebab jika dibiarkan, risikonya adalah terkoyaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seruan Yaqut tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker pada Ansor Day Festival dengan tema Millenial Indonesia: Creative, Religious and Nationalist di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (29/4).

Menurut Yaqut, untuk membentengi diri dari kelompok garis keras bisa dilakukan dengan kegiatan kolektif yang bermuara pada hal-hal positif.

"Dengan berkembangnya teknologi informasi sekarang, kolektivitas di kalangan anak muda jadi berkurang. Mereka lebih inten berhubungan dengan gadget, bahkan dengan orangtua pun seperti itu," kata anggota Komisi VI DPR tersebut.

Padahal, kata Yaqut, kolektivitas bisa membentengi generasi muda dari gerakan kelompok radikal, anti-toleransi yang ingin mengubah negara kita dalam bentuk lain.

"Dengan kolektivitas, di antara kita bisa saling mengingatkan, kalau tidak sesuai dengan ajaran, perlu kita bendung," tambahnya.

Belum lama ini, lanjut Yaqut, ada kelompok tertentu yang ingin menggelar Forum Khilafah Internasional di Jakarta. Pihak kepolisian tidak memberi izin lantaran setelah dianalisis inteligen, selain mendatangkan banyak massa, juga memiliki maksud mengubah ideologi negara Indonesia menjadi negara Islam.

Karena itulah, kata Yaqut, GP Ansor menggelar Ansor Day Festival dengan sasaran para kaum muda. "Ini adalah tradisi baru untuk mengenalkan Ansor, sekaligus mengajak generasi muda paham situasi dan kondisi negara," tambah pria yang akrab disapa Gus Tutut ini.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon