Perayaan Waisak Juga Digelar di Candi Sewu

Kamis, 11 Mei 2017 | 20:15 WIB
FE
B
Penulis: Fuska Sani Evani | Editor: B1
Ribuan umat Budha dari DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, memperingati detik-detik Waisak 2561BE/2017M juga dilaksanakan di pelataran Candi Sewu yang terletak satu komplek dengan Candi Prambanan, 11 Mei 2017.
Ribuan umat Budha dari DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, memperingati detik-detik Waisak 2561BE/2017M juga dilaksanakan di pelataran Candi Sewu yang terletak satu komplek dengan Candi Prambanan, 11 Mei 2017. (BeritaSatu Photo/Fuska Sani)

Yogyakarta- Selain diperingati di candi termegah di Indonesia, Candi Borobudur peringatan detik-detik Waisak 2561BE/2017M juga dilaksanakan di pelataran Candi Sewu yang terletak satu komplek dengan Candi Prambanan.

Ribuan umat Budha yang datang dari DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, Kamis (11/5) dini hari, mengikuti puncak Dharmasanti Waisak yang digelar oleh Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI).

Mengangkat tema nasional yakni "Memahami Kebhinekaan dalam Kebersamaan", sesuai dengan kalender penanggalan bulan Buddhist, puncak perayaan berlangsung tepat pada Kamis pukul 04.42.16 WIB. Ritual detik-detik Waisak sudah berlangsung sejak Rabu pagi dengan diawali pengambilan air dari tujuh sumber mata air.

Koordinator ritual detik-detik Waisak di Candi Sewu, Katman menjelaskan, prosesi peringatan Waisak sudah dimulai sejak Rabu pagi, diawali dengan pengambilan air suci dari 7 mata air, kemudian pukul 14. 00 WI air suci tibadi Candi Lumbung dan pukul 16. 00 WIB diadakan prosesi sarana puja dari Candi Lumbung menuju ke altar utama di Candi Sewu.

Dikatakan, ritual detik-detik Waisak ini dimaksudkan untuk membangkitkan spirit seluruh umat Budha dalam meneladani semangat Guru untuk mencapai pencerahan dan kebahagiaan dalam diri sendiri maupun sosial masyarakat.

"Candi Sewu ini juga menjadi nafas spiritual umat Budha Indonesia, karena keagungan candi ini menjadi salah satu bukti kejayaan agama Budha di Nusantara," ujarnya.

Dalam prosesi itu, juga ditampilkan tarian Bandung Bondowoso dan beberapa kesenian Budha lainnya.

Sesditjen Bimas Budha, Caliadi juga memaparkan, peringata Waisak, memiliki makna sebagai bentuk implementasi dalam kehidupan keberagaman yaitu menciptakan kesejukan, toleransi, pengertian, dan penerimaan dengan menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Peringatan Waisak juga sebagai salah satu upaya peningkatan keyakinan umat Budha kepada Triratna sehingga tidak mudah terpengaruh terhadap paham-paham radikalisme yang mengancam kehidupan keagamaan di Indonesia," sambungnya.

Caliadi juga mengajak umat Budha untuk menjadikan momentum peringatan Waisak untuk menjalin kebersamaan dan perdamaian menuju keharmonisan.

Sedang anggota Majelis Budhayana Indonesia, Piandi menyatakan, tema Waisak tahun ini, bertujuan menggugah nurani dan kesadaran umat Budha untuk menghargai sesama.

"Umat Budha harus terus menumbuhkan kasih sayang, toleransi kepada sesama umat Budha dan umat agama lainnya sesuai dengan nilai-nilai Buddhayana yang non sektarian, inklusif, plural, dan universalisme," ungkapnya.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon