Presiden: Tindak Tegas Organisasi dan Gerakan Antipancasila
Kamis, 1 Juni 2017 | 10:38 WIB
Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan menindak tegas organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, dan anti-Bhinneka Tunggal Ika.
Presiden Jokowi menyatakan, pemahaman yang tidak sejalan dengan Pancasila harus diwaspadai. Sebab, Indonesia harus menjadi bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat di mata internasional.
"Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, anti-Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia," tegasPresiden Jokowi saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (1/6).
Dia mengatakan, komitmen pemerintah terhadap penguatan Pancasila tidak diragukan dan sangat kuat. Saat ini, berbagai upaya terus dilakukankan untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar negara yang kokoh.
Pemerintah, lanjutnya, telah mengundangkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru itu ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan nasional.
"Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila," katanya.
Menurut Presiden Jokowi, Pancasila merupakan hasil dari sebuah rangkaian proses panjang, yaitu rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945, yang dipidatokan oleh Presiden Pertama sekaigus Proklamator Republik Indonesia, Ir Soekarno.
Sementara itu, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan final tanggal 18 Agustus 1945 adalah cerminan jiwa besar para founding fathers, ulama, tokoh agama, dan pejuang kemerdekaan dari seluruh Nusantara untuk membangun kesepakatan yang mempersatukan negeri ini.
Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia terbentuk oleh semangat dan kerja keras berbagai etnis, bahasa lokal, adat istiadat, agama, kepercayaan serta golongan.
"Bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah Bhinneka Tunggal Ika kita, Indonesia," kata Presiden Jokowi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




