Gambaran Industri Properti di Lima Negara

Jumat, 9 Juni 2017 | 22:33 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Ilustrasi pertumbuhan properti
Ilustrasi pertumbuhan properti (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Jakarta - Portal properti global, Lamudi, merilis laporan pasar real estate tahun 2017. Laporan tersebut memaparkan pembahasan secara mendalam pada pasar real estate di sejumlah negara.

Co-Founder Lamudi, Paul Philipp Hermann, menyebutkan, laporan yang dilansir oleh pihaknya memang memaparkan pembahasan secara mendalam pada pasar real estate di Meksiko, Filipina, Pakistan, Indonesia, dan Sri Lanka.

"Laporan tersebut, berisikan tentang tren pencarian properti online, harga rata-rata properti, regulasi terbaru dibidang properti hingga prediksi pekembangan properti tahun 2017," kata Paul, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (9/6).

Untuk yang ingin mengetahui seperti apa kondisi properti yang ada di lima negara diatas, berikut pemaparannya.

Pakistan

Industri properti Pakistan diperkirakan perlahan mulai bangkit. Hal ini ditandai dengan kesepakan dibangunnya Megaproyek Koridor Ekonomi Cina-Pakista (CPEC) senilai US$ 50 miliar, yang akan mendorong industri properti di Pakistan.

Meksiko

Laporan properti di Meksiko menunjukkan, harga rata-rata tertinggi untuk rumah dapat ditemukan di Meksiko City. Sedangkan harga tertinggi untuk apartemen ditemukan di Nuevo Leon. Selain itu, Meksiko juga mencatat kenaikan sebesar 86,7 persen dalam pencarian properti secara online, dimana sebagian besar pencarian dilakukan oleh mereka yang berusia 25 tahun hingga 34 tahun.

Indonesia

Untuk pasar properti di Indonesia, diperkirakan pada tahun ini secara perlahan mulai menunjukkan arah membaik. Hal ini disebabkan karena beberapa kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah telah mendorong pasar untuk membeli properti. Kebijakan pemerintah yang dimaksud antara lain, tax amnesty, penurunan suku bunga, pelonggaran LTV dan lain-lain.

Sri Lanka

Properti mewah di Sri Lanka juga semakin naik pamor. Laporan terbaru menunjukkan, sekitar 6.000 apartemen mewah tersedia hingga 2018. Hal ini disebabkan karena dilonggarkannya peraturan kepemilikan properti oleh orang asing di Sri Lanka.

Filipina

Laporan real estate di Filipina menunjukkan beberapa temuan menarik. Tren properti bergeser menjadi sewa, karena sulitnya mendapatkan pinjaman KPR di negara tersebut.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon