Tarik Perhatian Wisatawan, Kabupaten Tabanan Adakan Festival Jatiluwih
Sabtu, 17 Juni 2017 | 09:47 WIB
Jakarta- Pemerintah Kabupaten Tabanan Bali melalui pengurus Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih mengadakan festival yang dinamakan Jatiluwih Agricultural Festival 2017, dalam rangka menarik perhatian para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Festival Jatiluwih akan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Tabanan, karena Jatiluwih diharapkan bisa menjadi kebanggaan masyarakat Tabanan, masyarakat Bali dan juga Indonesia serta menjadi pusat perhatian dunia.
"Dengan diadakannya festival setiap tahun, kami akan ingat bahwa pertanian harus dilestarikan, budaya harus dilestarikan, dan saya juga bangga tadi sempat melihat ada warung cerdas, ada mobil sampah, sangat inovatif dan harapan kami program ini bisa memberikan atmosfer dan dapat menular ke kecamatan lain, jadi tidak di panebel saja," ujar Bupati Kabupaten Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat membuka kegiatan festival di kawasan wisata Jatiluwih, Kecamatan Panebel Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Jumat (16/6).
Eka juga menambahkan, saat ini wisatawan yang berkunjung ke Jatiluwih terus meningkat, yang awalnya hanya 50 ribu setiap tahun, sekarang meningkat menjadi 350 ribu orang. Pendapatan per kapitanya pun meningkat yang awalnya hanya Rp 20 juta menjadi Rp 40 juta.
Tidak hanya itu, dalam rangka terus mengembangkan destinasi wisata tersebut serta menunjang kesejahteraan petani, Pemerintah Kabupaten Tabanan terus mengadakan terobosan seperti megadakan kerja sama dengan Pemerintah Kota Toyama Jepang dalam hal pembangunan mikro hidro yang merupakan pembangkit listrik bertenaga air yang akan menerangi 200 titik lampu.
"Ini bukti kami sangat cinta terhadap petani, kami terus mendorong taraf hidup petani, karena petani adalah raja. Kami bawa bantuan yang banyak dengan biaya produksi murah. Selain itu, kami akan bantu juga pengolahan beras yang bekerja sama dengan pabrik, dan ini harus dijaga, saya mohonkan juga pengamanannya," tandas Eka sambil memberikan pesan terhadap pengurus DTW Jatiluwih.
Sementara itu, manager operasional sekaligus merupakan Kepala Badan Pengelola Daerah Tujuan Wisata Jatiluwih I Nengah Surtirtayasa menambahkan, tujuan diadakannya acara ini bahwa telah ditetapkannya Jatiluwih sebagai bagian dari warisan wisata dunia, menjalin hubungan dengan desa-desa penyanggah, serta meningkatkan promosi Indonesia pada umumntya dan khususnya DTW Jatiluwih.
"Pada prafestival ada pemasangan lelakut, upacara ngusaba dan pemasangan enyor, di acara festival ada launching warung cerdas yang mewadahi produk petani-petani kami di Jatiluwih, atraksi panen, pameran kuliner, UKM, dan juga parade pertanian," ujar Surtirtayasa.
Pada pembukaan festival tersebut juga turut dihadiri oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia yang diwakili oleh Kepala Balai Besar Diklat Pertanian, Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Ketua DPRD Propinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Perwakilan Kota Toyama Jepang serta pejabat daerah lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




