Komnas Perempuan: TKW Adalah Korban Bukan Pembuat Masalah

Sabtu, 21 April 2012 | 07:38 WIB
IS
B
Penulis: Ismira Lutfia/ Didit Sidarta | Editor: B1
Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah atau melanggar aturan keimigrasian (overstayer) dari Arab Saudi menunggu kepulangan menuju daerah asal masing-masing di Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang, Tangerang, Banten, Selasa (1/11).
Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah atau melanggar aturan keimigrasian (overstayer) dari Arab Saudi menunggu kepulangan menuju daerah asal masing-masing di Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang, Tangerang, Banten, Selasa (1/11). (Antara)
“Pekerja migran wanita Indonesia seringkali adalah korban akibat proses perekrutan dan penempatan yang tidak tepat.”

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengatakan istilah Tenaga Kerja Wanita Bermasalah (TKW-B) kurang tepat karena posisi TKW adalah sebagai korban, bukan pembuat masalah.

“Pekerja migran wanita Indonesia seringkali adalah korban akibat proses perekrutan dan penempatan yang tidak tepat,” ujar Ketua Gugus Tugas Pekerja Migran, Komnas Perempuan, Agustinus Supriyanto, ketika dihubungi oleh Beritasatu.com, Jumat (20/4).

Istilah TKW Bermasalah juga tidak tepat karena masalah yang dihadapi oleh TKW bukan karena keinginan mereka.

Penggunaan istilah TKW-B ini juga digunakan dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri yang dikeluarkan untuk media, ketika mengkomunikasikan kerja pemerintah dalam upayanya memulangkan pekerja migran Indonesia yang menghadapi masalah di tempat kerjanya karena tidak digaji, difitnah, disiksa majikan atau diperlakukan semena-mena.

Agustinus mengatakan bahwa sebaiknya istilah TKW-B diganti dengan istilah lain seperti “TKW Berhadapan Dengan Hukum” atau “TKW Berhadapan Dengan Masalah”.

“Mereka kerja ke luar negeri bukan untuk mencari masalah, justru hendak menyelesaikan masalah mereka karena tidak bisa mendapatkan pekerjaan di dalam negeri,” ujar Agustinus.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon