Menko Polhukam Apresiasi Kinerja BNN
Kamis, 13 Juli 2017 | 10:26 WIB
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengapresiasi kinerja dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. BNN mendapatkan pujian dari Menkopolhukam setelah menunjukkan kinerja terbaik dengan terus melakukan upaya pemberantasan dan pencegahan narkoba.
Wiranto yang mewakili Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dalam kegiatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2017 itu meminta BNN, Polri, dan TNI bersinergi dengan masyarakat dan pihak swasta dalam melakukan kegiatan pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba.
"Saya mewakili bapak Presiden Joko Widodo meminta maaf karena ketidakhadiran pak Jokowi. Beliau sedang ada kunjungan kerja di Indonesia Timur, dan menitipkan salam kepada peserta HANI 2017, dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan pesan dari bapak Jokowi," ujar Wiranto di panggung utama Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta Timur pada Kamis (13/7) pagi.
Apresiasi disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi kepada BNN dan instansi terkait dalam mengungkap dan menyita barang bukti 1 ton sabu di wilayah Banten beberapa waktu lalu.
"Sabu-sabu 1 gram bisa buat teler 5 orang. 1 ton itu artinya bisa menyelamatkan 5 juta masyarakat Indonesia, apresiasi tinggi dari bapak Presiden kepada seluruh petugas aparat," kata Wiranto.
Menurutnya, kejahatan narkotika sebagai kejahatan lintas negara terorganisir, peredaran narkoba tidak hanya bisnis ilegal tapi juga untuk membiayai terorisme, berkaitan dengan perdagangan orang.
"Ribuan orang di seluruh dunia setiap tahun terjerumus dan terjebak di ketergantungan narkoba. Narkoba juga dijadikan alat untuk menjatuhkan suatu bangsa, seperti perang Candu di Tiongkok. Pemerintah Indonesia sangat serius menangani narkotika, karena bapak Jokowi melihat kita sudah darurat narkotika dan menyatakan perang terhadap narkoba," tuturnya.
Untuk itu, Penegak hukum seperti BNN, Polri, TNI, Dirjen Lapas, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, harus tegas dan tidak ada kompromi terhadap bandar dan kurir narkoba.
"Pencegahan adalah langkah efektif untuk menjaga kesadaran individu. Mencegah lebih baik daripada mengobati, harus ada sinergi antara seluruh pihak terkait. Pemberantasan dan Rehabilitasi perlu dilakukan berkelanjutan. Saya atas nama Presiden mengucapkan terima kasih kepada BNN, dan apresiasi tertinggi bagi lembaga Pemda untuk memberantas bahaya narkoba," tandas Wiranto.
Dalam kegiatan peringatan HANI 2017 itu juga ditandatangani filateli bekerja sama dengan Pos Indonesia serta ditampilkan pula pertunjukan dan simulasi gerakan anti narkoba yang dilakukan pelajar dan mahasiswa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




