UMT Deklarasikan Diri Jadi Kampus Bhinneka Tunggal Ika

Senin, 17 Juli 2017 | 14:09 WIB
YS
B
Penulis: Yuliantino Situmorang | Editor: B1
Suasana pembacaan deklarasi seusai seminar nasional Mengaktualisasikan Kembali Bhinneka Tunggal Ika di Kampus Universitas Mpu Tantular di Jakarta, baru-baru ini.
Suasana pembacaan deklarasi seusai seminar nasional Mengaktualisasikan Kembali Bhinneka Tunggal Ika di Kampus Universitas Mpu Tantular di Jakarta, baru-baru ini. (istimewa/istimewa)

Jakarta – Kampus Universitas Mpu Tantular mendeklarasikan diri sebagai kampus Bhinneka Tunggal Ika. Deklarasi itu dibacakan Rektor UMT Mangasih Panjaitan disaksikan sejumlah pengurus Yayasan Budi Murni Jakarta dan petinggi kampus lainnya seusai Seminar Nasional "Mengaktualisasikan Kembali Bhinneka Tunggal Ika sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia di Ruang Hiobadja, Universitas Mpu Tantular di Jakarta, baru-baru ini.

"Kita ingin mencapai Indonesia damai, yang aman, tidak terpecah belah, dan tidak mempan oleh gerakan radikal yang ingin memecah belah bangsa kita," ujar Mangasih Panjaitan dalam keterangan tertulis yang diterima SP di Jakarta, Senin (17/7).

Dikatakan, Indonesia pernah memiliki sejarah menjadi bangsa yang besar yang diperhitungkan dunia internasional. "Kita tentu ingin bermimpi lagi untuk merealisasikannya," kata dia.

Seminar itu menghadirkan sejumlah pembicara seperti, Ketua Bidang I Pengkajian Materi Unit Kerja Presiden, Pembinaan Ideologi Pancasila Anas Saidi, Pakar Sosiologi Ngatawi Sastro, dan Wakil Rektor I UMT Dijan Widijowati.

"Pancasila sekarang ibarat bintang yang hanya bisa dilihat di waktu malam. Ketika gelap, baru bersinar. Sekarang, begitu kita mengalami krisis, ketika egoisme kolektif yang menumpang dalam semangat keagamaan itu menguat, baru Pancasila itu Nampak bersinar dalam kegelapan," tutur Anas.

Ia mengapresiasi keberanian para civitas akademi yang menyatakan akan mengaktualisasikan kembali Bhinneka Tunggal Ika sebagai jati diri bangsa.

Menurut Zastro, Pancasila menjadi perekat, bukan melampaui agama maupun kebudayaan yang sudah ada di tengah masyarakat Indonesia.

"Bangsa Indonesia merupakan bangsa beragam, majemuk, dan berbineka. Hal ini dapat dilacak sejak sejuta tahun lalu," ujar dia.

Dalam pembukaan seminar, Kaprodi Fikom UMT Serepina Tiur Maida mengungkapkan, mengaktualisasikan kebinekaan perlu direalisasikan dalam perbuatan yang dilakukan di kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia .



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon