Panglima TNI dan Kapolri Minta Pemuda Bela Pancasila dan Majukan Bangsa
Selasa, 15 Agustus 2017 | 11:37 WIB
Jakarta - Membela Pancasila dan membangun bangsa menjadi salah satu perhatian Taruna Merah Putih (TMP) yang merupakan organisasi sayap kepemudaan PDI Perjuangan (PDIP). Dalam simposium nasional TMP yang digelar di Jakarta, Senin (14/8), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang hadir sebagai pembicara sama-sama mengingatkan para pemuda aktif membela Pancasila dan membangun bangsa.
Gatot Nurmantyo meminta semua warga negara Indonesia tidak perlu takut terhadap kelompok tertentu yang ingin memecah belah bangsa. Secara khusus, dia mengajak pemuda dan mahasiswa menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan bangsa. Pasalnya, pemuda dan mahasiswa merupakan dua elemen bangsa yang mengawal, bahkan menobrak kesadaran bangsa untuk merdeka.
"Peran pemuda dan mahasiwa dalam sejarah sangat penting untuk meraih kemerdekaan," katanya.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar menjadi negara super power. Ada tiga alasan yang disampaikan Tito, yakni Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang sangat besar, kekayaan sumber daya alam (SDA), dan memiliki wilayah sangat luas.
Hanya lima negara yang memiliki potensi tersebut, yakni Tiongkok, India, Amerika, Rusia, dan Indonesia. Oleh karena itu, dia meminta seluruh masyarakat mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan kepada bangsa Indonesia.
Untuk menjadi negara super power, lanjutnya, Indonesia harus menyatukan kekuatan internal dengan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
"Tidak ada lagi cakar-cakaran di dalam, saling berkompetisi negatif, apalagi primordialisme yang semakin kuat. Kita adalah satu bangsa seperti yang telah dimaklumatkan dalam Sumpah Pemuda," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum TMP, Maruarar Sirait mengatakan TMP selalu berdiri paling depan dalam membela Pancasila. Pihaknya ingin membumikan terus Pancasila di Indonesia.
"Dalam bidang ekonomi misalnya kita mau aturan-aturan perekonomian yang berpihak pada rakyat kecil. Kesenjangan tak boleh diatasi dengan radikalisme, melainkan harus diatasi dengan pemerataan," kata Maruarar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




