Pelajar Indonesia Umumnya Takut Belajar Matematika dan IPA

Rabu, 30 Agustus 2017 | 15:30 WIB
ML
FH
Penulis: Margaretha Feybe L | Editor: FER
ilustrasi pelajar SMA
ilustrasi pelajar SMA (berita satu)

Manado - Kalangan pelajar di Indonesia merasa takut untuk mempelajari Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Alasannya, kedua mata pelajaran tersebut dianggap sulit dan melelahkan.

Sekretaris Jenderal MIPA-Net yang juga Dekan Fakultas MIPA (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB), Sri Nurdiati mengatakan, MIPA tidak perlu ditakuti karena MIPA dan sains itu tidak sulit justru sangat baik.

"Belajar MIPA itu penting karena itu adalah ilmu dasar sebagai landasan berkembangnya ilmu terapan," kata Sri, usai acara pertemuan para dekan MIPA seluruh Indonesia yang tergabung dalam MIPA-Net di Manado, Selasa (29/8).

Dalam pertemuan bertajuk "Sains Untuk Kehidupan" itu, disampaikan sejumlah penelitian dan riset dari para ilmuwan mancanegara dan Indonesia serta kegiatan dialog dengan para siswa dan guru.

Pertemuan MIPA-Net di Manado diikuti sekitar 300 orang peserta yang terdiri dari para dekan dan dosen Fakultas MIPA dari sekitar 50 FMIPA di Indonesia.

Sri mengatakan, ke depan Indonesia harus lebih unggul di bidang sains dibanding dengan negara-negara tetangga. "Saat ini, kita tertinggal karena antara lain para siswa takut untuk belajar MIPA. Kita harus belajar keras agar bisa unggul ke depan," tegasnya.

Dekan FMIPA Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Benny Pinontoan, mengatakan, selama ini terkesan para siswa saat melanjutkan studi di perguruan tinggi takut masuk Fakultas MIPA. Padahal, lanjut dia, belajar MIPA itu penting dan mengasyikkan.

"Kita ketinggalan di bidang sains karena umumnya para siswa masih takut dengan MIPA. Pertemuan MIPA Net di Manado ini telah menghasilkan sejumlah solusi untuk mengatasi hal ini," kata Benny.

Dikatakan, solusi itu antara lain mendorong para siswa agar meningkatkan minat belajar MIPA. Disamping itu juga peran orang tua siswa sangat penting agar dapat memotivasi anak-anak mereka untuk giat belajar MIPA.

Benny menjelaskan, di Sulut dalam dua tahun terakhir ini terjadi peningkatan minat dari para siswa untuk belajar MIPA. Hal itu dapat dilihat dari jumlah mahasiswa yang meningkat dari 150 orang menjadi 600 orang.

"Ini perkembangan yang baik dan harus didorong terus agar semakin banyak yang belajar MIPA," tambahnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon