Djarot: Saya, Jokowi, dan Ahok Bekerja Maksimal Bangun DKI

Senin, 18 September 2017 | 10:19 WIB
LT
WP
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: WBP
Monumen Nasional (Monas).
Monumen Nasional (Monas). (Antara)

Jakarta – Jelang pergantian kepala daerah, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat terus mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur dalam waktu satu bulan ini.

Dia mengatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI 2013-2017, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalami tiga kali pergantian kepemimpinan. Joko Widodo sebagai gubernur periode 2012-2014, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) gubernur periode 2014-2017 dan dirinya gubernur sejak bulan Juni 2017. "Apa yang dikerjakan Pak Jokowi, Pak Ahok dan saya sudah semaksimal mungkin. Tetapi saya sadar bahwa tidak ada dari kita bertiga yang sempurna," kata Djarot di Balai Kota DKI, Senin (18/9).

Mantan Wali Kota Blitar ini melihat banyak program pembangunan di DKI Jakarta yang fokus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap program diarahkan membantu warga berpanghasilan rendah. Karena itu dia menilai, selama lima tahun ini pembangunan di DKI Jakarta telah berjalan dengan baik, bahkan pertumbuhan ekonomi telah bergerak positif dari tahun ke tahun.

Semua yang dilakukan Jokowi, Ahok dan dirinya telah dirangkum dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPH AMJ) Gubernur DKI Jakarta tahun 2013-2017. Rangkunan LKPJ AMJ itu telah disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD DKI di gedung DPRD DKI, Jakarta pada Rabu (13/9) lalu.

Dalam LKPJ AMJ Gubernur DKI tersebut, Djarot menyampaikan selama selama lima tahun terakhir Indikator Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta naik. Kinerja pembangunan manusia tahun 2013 tercatat 78,08, kemudian meningkat 79,60 pada tahun 2016, jauh di atas rata-rata tingkat nasional sebesar 69,24. "Pencapaian IPM DKI Jakarta merupakan IPM tertinggi provinsi secara nasional. Hal ini mengindikasikan besarnya kesempatan masyarakat DKI untuk mendapatkan pelayanan dalam bidang kesehatan, pendidikan dan peningkatan pendapatan," ujarnya.

Jika dibandingkan IPM berbagai negara dan kota di dunia, IPM Indonesia tergolong kategori medium human development. Sedangkan pada level kota, Jakarta berada pada kelompok high human development. "Ini menunjukkan kita dalam jalur pembangunan yang tepat, dimana berbagai upaya pembangunan di bidang ekonomi, sosial, dan infrastruktur kota telah kita kerjakan sehingga meningkatkan derajat hidup dan kesejahteraan masyarakat," terangnya.

Selama lima tahun terakhir ini, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) rata-rata sebesar 16,11 persen setiap tahunnya. Jakarta masih penyumbang terbesar PDB dibandingkan provinsi lain. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, ekonomi Jakarta tumbuh antara 5,85 persen sampai 6,11 persen per tahun, berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional 4,79 persen sampai 5,78 persen.

Sementara peningkatan PDRB per kapita rata-rata tumbuh 10,29 persen per tahun, dari sebelumnya sebesar Rp 155.170.000 per kapita pada tahun 2013, meningkat hingga mencapai Rp 207.990.000 per kapita pada tahun 2016.

Dilihat dari tingkat pemerataan pendapatan, terjadi penurunan dari 0,43 pada tahun 2014 menjadi 0,39 pada tahun 2016. Angka ini memberikan indikasi bahwa Provinsi DKI Jakarta berhasil meningkatkan pemerataan pendapatan.

Pada aspek inflasi meski masih berfluktuasi, namun dalam dua tahun terakhir inflasi dapat dikendalikan pada tingkat 3,30 persen pada tahun 2015 dan 2,37 persen pada tahun 2016. Hal ini tidak terlepas dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Dengan perekonomian yang stabil, maka investasi di Kota Jakarta naik. Sepanjang tahun 2013-2016 jumlah investasi yang masuk ke Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 212,38 triliun. Untuk investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 84,95 triliun dan terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang lima tahun. Sementara untuk investasi Penanaman Modal Asing (PMA) terealisasi sebesar Rp 127,42 triliun.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon