Hipmi, Kadin, dan Taruna Merah Putih Galang Dana Rp 1,5 M untuk Rohingya

Rabu, 20 September 2017 | 18:19 WIB
MS
AB
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: AB
Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani (kanan) menyerahkan bantuan kepada Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga Kementerian Luar Negeri, Salman Al Faris (kedua kiri), disaksikan Ketua Umum DPP TMP Maruarar Sirait (kiri) dan Ketua Umum Hipmi, Bahlil Lahadalia (kedua kanan) di Jakarta, Rabu 20 September 2017.
Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani (kanan) menyerahkan bantuan kepada Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga Kementerian Luar Negeri, Salman Al Faris (kedua kiri), disaksikan Ketua Umum DPP TMP Maruarar Sirait (kiri) dan Ketua Umum Hipmi, Bahlil Lahadalia (kedua kanan) di Jakarta, Rabu 20 September 2017. (Istimewa)

Jakarta - Organisasi Kepemudaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Taruna Merah Putih (TMP) kembali menggalang bantuan kemanusiaan. Kali ini sumbangan diberikan kepada warga Rohingya lewat kerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Inisiatif menggalang dana kemanusiaan untuk Rohingya itu diwujudkan lewat acara di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (20/9), yang dilakukan bersamaan dengan diskusi ekonomi. Hadir dalam acara ini, Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani, Ketua Umum DPP TMP Maruarar Sirait, dan Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia. Dalam diskusi itu juga hadir Direktur Jenderal Perpajakan Ken Dwijugiasteadi serta Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi.

‎Maruarar Sirait mengatakan ketiga organisasi ini bersatu demi kemanusiaan. Pimpinan dan pengurus organisasi ini sendiri berasal dari berbagai latar belakang agama dan suku.‎

"Kita bersatu demi Rohingya sebagaimana beberapa waktu lalu kita juga bersatu membantu Palestina," kata Maruarar Sirait.‎

Secara spontan Maruarar mengajak jaringan TMP untuk memberikan sumbangan. Dari aksi spontan ini terkumpul dana sebesar Rp 550 juta.

Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan aksi kemanusiaan. Apalagi, persoalan di Rohingya bukan masalah agama, melainkan masalah kemanusiaan

"Kebetulan saudara kita di Rohingya, Muslim. Kalau terjadi di daerah lain tragedi ini dengan dari agama yang berbeda, tetap kita akan galang solidaritas," ungkap Bahlil yang mengumpulkan dana Rp 430 juta.

Sementara Rosan mengatakan ketiga organisasi berinisiatif melakukan penggalangan dana karena prihatin dengan kondisi di Rohingya. Sumbangan diberikan karena rasa solidaritas antarkemanusiaan.

"Dari Kadin terkumpul 510 juta," ungkap Rosan.

Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Salman Al Faris, yang menerima sumbangan hampir Rp 1,5 miliar itu menyatakan pihaknya mendapat kehormatan untuk meneruskan dana tersebut kepada warga Rohingya. 

"Ini jaringan cinta kasih dari rakyat Indonesia bagi Myanmar yang kini sedang dirundung duka. Bantuan ini akan kami salurkan dengan penuh amanah dan tanggung jawab," kata Salman.

‎Pemerintah Indonesia, lanjutnya, juga sudah bergerak cepat untuk ikut membantu persoalan kemanusiaan di sana. Dalam kerja kemanusiaan untuk Rohingya, Indonesia menggunakan pendekatan konstruktif dan inklusif.‎



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon