Kelola Sampah Terintegrasi, Libatkan Kapal-kapal di Labuan Bajo dan Komodo
Jumat, 6 Oktober 2017 | 06:16 WIB
Jakarta – Kunjungan wisatawan Pulau Komodo melalui Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusantara Tenggara Timur (NTT) terus meningkat. Seirimg dengan itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, masyarakat, turis, dan para pihak terkait untuk lebih optimal mencegah sampah dan pencemaran di kawasan tersebut. Kapal-kapal yang melintas di Labuan Bajo dan kawasan wisata sekitarnya harus ikut menjaga laut dan pantai tetap bersih.
Menurut Sapta Putra Ginting yang juga Kepala Subdirektorat Restorasi, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, KKP, daya tarik wisata komodo memberikan dampak positip pada sejumlah aspek ekonomi. Namun, perlu diantisipasi dengan meningkatkan kebersihan destinasi agar wisatawan menikmati keindahan wisata Komodo. Salah satu persoalan yang harus diantisipasi adalah penanganan sampah, khususnya plastik, harus dikelola secara baik dan terintegrasi. Pemkab Mabar bisa mendorong pengelolaan sampah dari pulau-pulau dan juga dari daratan secara lebih baik.
"Sampah-sampah dari kapal angkut umum, barang, ferry dan turis bisa diwajibkan membawa sampahnya yang sudah dipilah ke darat. Sampah dari pulau-pulau TN Komodo dikumpulkan, seperti di pulau Komodo dan Rinca, lalu dititipkan ke perahu turis untuk dibawa ke Labuan Bajo secara reguler," jelasnya, Kamis (5/10).
Demikian juga sampah rumah tangga dikumpulkan Dinas Kebersihan atau komunitas masyarakat lalu dibawa ke TPS untuk dipilah. Sampah plastik yang dipilah bisa didayagunakan kembali atau dicacah untuk dijual ke penampung di Surabaya atau Jakarta.
"Sampah yang tidak ekonomis diolah menjadi conblock atau di-press untuk bahan baku pembuat jalan. Sampah organik dicampur sisa ikan dapat diolah menjadi kompos, sedangkan yang tidak dapat didaur ulang maka untuk sementara dibawa ke TPA," ujarnya.
(Baca : Dukung Pantai Labuan Bajo Bersih, KKP Latih 40 Guru Olah Sampah Plastik)
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mabar Fidel Kerong mendukung pengelolaan perlunya keterlibatan dari para turis dan kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut dalam mengurangi sampah. Kapal-kapal harus diwajibkan agar tidak membuat sampah ke laut atau pantai terdekat.
"Pengawasan terhadap semua kapal-kapal perlu ditingkatkan. Mereka yang membawa barang melintasi kawasan perairan ini atau penumpang untuk menikmati wisata Komodo harus mempunyai tanggug jawab menjaga kebersihan laut dan kelestarian sumber daya yang ada," ujarnya.
Seiring dengan itu, lembaga WWF terus mendorong pemerintah dan seluruh elemen lainnya untuk bersama-sama mengendalikan sampah dan tetap menjaga eksositem perairan Labuan Bajo menjadi lebih baik.
Koordinator WWF Labuan Bajo Jansi Sartin menyebutkan pihaknya pernah mendata bahwa banyak wisatawan yang mulai memberikan peringatan (warnning) tidak akan kembali jika sejumlah biota laut dan terumbu karang rusak. Hal itu mengingat obyek wisata selam juga mempunyai daya tarik yang tinggi diminati para turis yang datang ke Labuan Bajo.
"Sekitar 40 persen wisatawan menyatakan itu karena rata-rata mereka datang dan menyelam bersama hiu dan pari manta," katanya pekan lalu di Labuan Bajo.
(Baca : Dorong Cinta Laut, KKP dan Pemkab Mabar Bersihkan Pantai Labuan Bajo)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




