Kirab Kebangsaan di Bogor
Maruarar Apresiasi Upaya Jokowi-JK Atasi Kesenjangan
Senin, 30 Oktober 2017 | 11:00 WIB
Bogor - Ketua Umum Taruna Marah Putih (TMP) Marurar Sirait mengapresiasi upaya pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mengatasi masalah kesenjangan di masyarakat. Kesenjangan di masyarakat memang masih ada, tetapi pemerintahan Jokowi-JK telah melaksanakan sejumlah program untuk mengatasinya.
"Betul, masih ada kesenjangan, tetapi Pak Jokowi membuat kebijakan untuk mengatasinya. Kita mengapresiasi kebijakan Jokowi-JK mengatasi kesenjangan ini," kata Maruarar di hadapan ribuan massa yang mengikuti kirab kebangsaan di GOR Padjadjaran, Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/10).
Ara--sapaan akrab Maruarar--memaparkan empat program yang telah dilakukan pemerintahan pimpinan Presiden Jokowi untuk mengatasi kesenjangan. Pertama, Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menjangkau 19 juta siswa.
Kedua, Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang kini sudah dinikmati sekitar 90 juta rakyat Indonesia.
"Saya mau tanya ibu-ibu apa sudah menikmati jaminan kesehatan?" tanya Ara kepada hadirin.
Ibu-ibu yang hadir di GOR Padjadjaran Bogor menjawab serentak,"Sudah."
Ketiga, sertifikat tanah yang dibagikan Presiden Jokowi.
Keempat, anggaran desa yang naik secara signifikan setiap tahun.
"Ada puluhan ribu desa. Tidak ada satu pemerintahan selama ini yang mengalokasikan dana hingga Rp 60 triliun untuk membangun desa. Itu yang dilakukan pemerintahan Jokowi-JK," kata Ara.
Pada kesempatan itu, Ara juga meminta seluruh elemen bangsa, tak terkecuali anak muda, menghormati para pahlawan dan sejarah bangsa. Dia juga mengingatkan pentingnya anak muda membuat sejarah yang positif bagi bangsa.
"Penting menghormati sejarah, tetapi lebih penting membuat sejarah bagi diri adik-adik semua. Buatlah sejarah buat dirimu, keluarga, dan bangsamu," katanya.
Acara kirab dimulai dari Balai Kota Bogor dan berakhir di GOR Padjadjaran. Berbagai elemen masyarakat mulai dari perwakilan ormas pemuda, mahasiswa, komunitas kreatif anak muda, tokoh adat dan masyarakat menyemut melintasi Jalan Juanda dan Sudirman.
Parade budaya dari berbagai daerah pun ditampilkan dalam kegiatan itu. Acara kirab kebangsaan juga dimeriahkan paduan suara dari Institut Pertanian Bogor (IPB), marching band, seni tari, seni budaya, seni bela diri, serta pameran UKM dan kuliner.
Hadir dalam kirab kebangsaan itu, di antaranya Wali Kota Bogor Bima Arya, Ketua DPP bidang Organisasi TMP, Dadang Danubrata, dan Sekjen TMP Tri Hapsari.
Maruarar Sirait mengatakan acara tersebut juga memicu kreativitas di kalangan anak-anak muda, sekaligus memperkenalkan budaya bangsa kepada anak-anak muda.
"Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan nasiolisme dan pemahaman Pancasila sebagai ideologi NKRI. Kita ingin semua menjaga pluralisme dan kebinekaan agar bangsa tetap utuh," katanya.
Maruarar Sirait juga mengajak warga Kota Bogor untuk selalu setia pada ideologi Pancasila. Warga kota Bogor juga diajak untuk terus merawat pluralisme dan kebhinnekaan.
"Agama boleh beda, partai politik boleh beda. Tetapi bersama kita jaga Pancasila. Pancasila berada di atas segala perbedaan latar belakang," kata Maruarar Sirait.
Bima Arya pun memberi apresiasi kepada Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait yang kembali datang ke Kota Bogor untuk memacu kreativitas anak-anak muda, sekaligus membumikan nilai-nilai Pancasila.
"Kita mengapresiasi Bang Ara yang kiprahnya sudah menasional dan bahkan mendunia," kata Bima Arya.
Menurut Bima, perbedaan agama, suku, dan ras adalah kewajaran. "Jauh lebih utama dari itu adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Mari jaga kesatuan kita bersama," tegas Bima
Sementara itu, Dadang Danubrata mengingatkan warga Kota Bogor untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia berharap seluruh warga Kota Bogor tetap memiliki kepedulian dan keinginan kuat menjaga Pancasila dan NKRI.
Selama ini, kata politisi PDI Perjuangan itu, toleransi di Kota Bogor cukup tinggi dan tidak membeda-bedakan ras dan agama.
"Kehadiran puluhan ribu warga Bogor hari ini menunjukkan bahwa warga menghargai perbedaan yang ada," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




