Jelang HUT ke-75, Pacific Paint Hadirkan Kampung Bekelir di Tangerang

Kamis, 16 November 2017 | 20:05 WIB
MT
B
Penulis: Mashud Toarik | Editor: B1
(ki-ka).Ricky Soesanto selaku Head of Marketing Pacific Paint, Abu Sofiyan selaku Lurah Babakan, Ibnu Jandi selaku Inisiator Kampung Bekelir dan Suryanto selaku Direktur Pacific Paint saat Konfrensi Pers Program CSR 'Kampung Bekelir' sebagai Icon Baru Wisata Kampung Kreatif serta Kampung Mural Pertama di Indonesia, di Tangerang, Kamis, (16/11).
(ki-ka).Ricky Soesanto selaku Head of Marketing Pacific Paint, Abu Sofiyan selaku Lurah Babakan, Ibnu Jandi selaku Inisiator Kampung Bekelir dan Suryanto selaku Direktur Pacific Paint saat Konfrensi Pers Program CSR 'Kampung Bekelir' sebagai Icon Baru Wisata Kampung Kreatif serta Kampung Mural Pertama di Indonesia, di Tangerang, Kamis, (16/11). (Istimewa)

Tangerang – Implementasi program corporate social responsibility (CSR) tidak harus bersifat charity. Selain berbiaya mahal, bantuan bersifat charity malah dinilai hanya jadi solusi sesaat bagi masyarakat, sehingga tidak optimal memberi nilai bagi perusahaan secara jangka panjang.

Perusahaan yang kreatif akan lebih "nyaman" melaksanakan program CSR yang sifatnya lebih produktif terhadap masyarakat, seperti yang dilakukan Pacific Paint. Perusahaan cat tertua Indonesia yang telah berkiprah mewarnai Indonesia sejak tahun 1943 ini menggelar program CSR dengan cara menarik, yakni menghadirkan Kampung Bekelir yang berlokasi di Kelurahan Babakan, Kota Tangerang.

Direktur Pacific Paint, Suryanto Tjokrosantoso mengatakan program CSR unik dengan menghias kampung menggunakan produk Pacific Paint tersebut merupakan salah satu wujud rasa syukur atas eksistensi Pacific Paint yang hampir berusia 75 tahun.

"Ini bukan waktu sebentar, begitu banyak suka-duka yang dialami perusahaan ini, sehingga bisa terus eksis sejak tahun 1943 hingga tepat berusia 75 tahun di tahun depan," ujarnya saat Konfrensi Pers Program CSR Pacific Paint bertema Kampung Bekelir Sebagai Icon Baru Wisata Kampung Kreatif serta Kampung Mural Pertama Indonesia di Tangerang, Kamis, (16/11).

Selama sekitar empat bulan, Pacific Paint bersama masyarakat di lokasi tersebut berhasil menyulap wilayah yang sebelumnya berlabel kampung kumuh sedang itu, menjadi sebuah destinasi wisata baru yang menarik dikunjungi. "Pacific Paint berperan menyediakan material dan mengedukasi warga cara mengecat yang baik dan benar," ujarnya.

Suryanto bercerita, lahirnya Kampung Bekelir berawal dari gagasan tokoh masyarakat setempat yang dimotori H Abu Sofiyan dan Ibnu Jandi. Karena dipandang sesuai dengan komitmen Pacific Paint untuk mewarnai Indonesia dengan produk cat berkualitas, ide tersebut disambut baik dan berhasil diimplementasikan.

Dalam menghadirkan Kampung Bekelir, Pacific Paint dengan warga melakukan pengecatan sedikitnya 300 unit rumah yang mencakup empat Rukun Tetangga (RT) yang berada di lingkungan Rukun Warga (RW) 01, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang. "Ada sekitar 1.100 jiwa yang bertempat tinggal di wilayah yang memiliki luas sekitar 4 hektare tersebut," ujarnya

Semua warga menurut Suryanto begitu antusias dan gembira melaksanakan program tersebut, sehingga berhasil mewujudkan lahirnya Kampung Bekelir. Menariknya, tak hanya warga sekitar, proses pengecatan dalam menghadirkan Kampung Bekelir juga melibatkan sekitar 100 seniman lokal hingga mancanegara.

Partisipasi para seniman tadi dikatakan Abu Sofiyan, menghasilkan karya seni nan indah dalam bentuk lukisan mural dan grafitti tematik yang umumnya bercerita tentang sejarah dan kearifan lokal. Dinding rumah di masing-masing lorong terlihat mengusung tema berbeda-beda. "Setidaknya terdapat 1.121 mural dan grafitti indah yang terlulis di dinding rumah warga serta lorong-lorong," ujarnya.

Adapun atap dan pagar rumah warga maupun sarana ibadah dicat berwarna warni menawan. "Ini merupakan objek wisata baru bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya sehingga melengkapi objek wisata lain yang tidak jauh dari lokasi kami, seperti wisata kuliner Pasar Lama, Kali Cisadane, maupun Klenteng Tua Boen Tak Bio," papar Abu.

Sementara Ibnu Jandi berharap kehadiran Kampung Bekelir sebagai icon wisata baru sebagai Kampung Kreatif sekaligus Kampung Mural pertama di Indonesia akan berdampak pada peningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di lokasi yang mayoritas penduduknya merupakan kalangan menengah-bawah dengan profesi sebagai buruh pabrik.

"Kami harap Kampung Bekelir mengundang minat wisatawan berkunjung menikmati wisata kuliner, wisata edukasi serta menikmati produk-produk UKM buatan warga seperti emping jengkol, tauge kacang hijau, sayuran hidroponik, melihat bank sampah dan tentunya wisata mural warna warni hingga akhirnya dapat mensejahterakan warga Kampung Bekelir," ujarnya.

Abu menambahkan, meski baru akan diluncurkan secara resmi pada tanggal 19 November 2017. Antusiasme masyarakat dari seluruh Indonesia bahkan wisatawan mancanegara berkunjung ke kempung yang dihias dengan total biaya tidak kurang dari Rp 600 juta tersebut sudah terlihat. Termasuk Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah. "Bukan hanya jajaran SKPD Kota Tangerang yang datang, kami juga banyak mendapat kunjungan dari sejumlah Pemda di Indonesia," ujarnya.

Untuk itu menurutnya, para warga Kampung Bekelir berkomitmen untuk menjaga dan merawat keberlangsungan Kampung Bekelir. "Cat yang pudar akan kami cat ulang, begitu pula yang rusak akan diperbaiki," tandasnya.

Terkait dana perawatan masyarakat Kampung Berkelir menurutnya telah membentuk koperasi yang keuntungannya nanti akan digunakan untuk perawatan. "Tentu saja kami juga akan mengundang kembali partisipasi Pacific Paint selanjutnya," imbuh Abu yang juga merupakan Lurah Babakan.

Bagi Pacific Paint, menghadirkan Kampung Bekelir sejatinya bukan kegiatan CSR pertama. Dikatakan Head of Marketing Pacific Paint, Ricky Soesanto sebelumnya Perseroan juga telah mengimplementasikan CSR dalam bentuk menarik yakni melakukan pengecatan sebanyak 100 tempat ibadah Se-Jabodetabek dalam waktu hanya 50 hari. "Kegiatan ini berhasil meraih Rekor MURI," ujarnya.

Ricky menambahkan dalam setiap program CSR yang dijalankan, Pacific Paint tidak pernah sendiri, tapi selalu menggandeng pemerintah maupun masyarakat setempat. "Ini agar kegiatan CSR yang kami lakukan merangsang pemberdayaan masyarakat, serta bermanfaat dan bernilai bagi kehidupan yang lebih baik," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon